Bojan Hodak Kritis Tajam: Persib Bandung Harus Perbaiki Defensif Meski Comeback Dramatis Lawan Bhayangkara FC

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Persib Bandung kembali menancapkan diri di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026 setelah menyelesaikan laga pekan ke-30 dengan skor menggiurkan 4-2 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung. Kemenangan yang datang dari belakang dua gol ini menegaskan kemampuan tim asuhan Bojan Hodak dalam mengubah arah pertandingan, namun di balik sorotan positif, sang pelatih tidak menahan kritik tajam terhadap performa timnya, terutama pada fase awal yang ia nilai masih jauh dari standar juara.

Babak pertama dimulai dengan nada kurang menguntungkan bagi Maung Bandung. Bhayangkara Presisi Lampung FC mengeksekusi serangan balik cepat, memanfaatkan ruang kosong di lini belakang Persib. Pada menit ke-6, Bernard Doumbia mencetak gol pembuka, diikuti oleh Moussa Sidibe pada menit ke-26. Dua gol tersebut menimbulkan keprihatinan di ruang ganti, karena pertahanan Persib tampak rapuh dan memberikan ruang berlebih bagi lawan.

Baca juga:

Hodak mengakui, “Kami memulai pertandingan dengan cara yang salah. Kami memberi mereka banyak ruang untuk melakukan serangan balik, dan itu jelas tidak boleh terjadi.” Ia menambahkan bahwa kegagalan defensif tersebut merupakan kebiasaan lama yang harus dihilangkan, meski tim berhasil mengembalikan kepercayaan diri di babak kedua.

Menjelang akhir babak pertama, Federico Barba berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit 45+2, memicu semangat tim untuk bangkit. Pada babak kedua, Persib menunjukkan perubahan taktik yang signifikan. Berguinho membuka keunggulan pada menit ke-49, diikuti oleh Beckham Putra pada menit ke-60, dan Adam Alis menutup skor pada menit ke-89. Empat gol tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menegaskan dominasi Persib di lapangan.

Meski hasil akhir memuaskan, Bojan Hodak tetap menyoroti kelemahan pada fase transisi awal. Ia menekankan pentingnya konsistensi defensif, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat. “Lini pertahanan kami terlalu memberi ruang, sehingga lawan dapat menembus dengan mudah,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga. Hodak menambahkan bahwa ada setidaknya tiga peluang emas di babak pertama yang dapat diubah menjadi gol, namun sayangnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Kapten tim, Marc Klok, mengungkapkan bahwa sikap keras pelatih setelah gol pertama Bhayangkara menjadi pemicu semangat juara dalam diri pemain. “Coach sampai teriak, sampai marah. Ia menuntut mental juara, dan itu memotivasi kami untuk bangkit,” kata Klok. Ia menambahkan bahwa respons cepat terhadap kritik pelatih menjadi katalis perubahan performa tim pada babak kedua.

Kemenangan ini menambah total poin Persib menjadi 69, menyamai poin Borneo FC yang berada di posisi kedua. Persaingan menuju gelar juara kini semakin ketat, dengan empat laga tersisa. Bojan Hodak menegaskan bahwa tiga poin ini sangat krusial untuk menjaga peluang juara, namun ia memperingatkan bahwa konsistensi tetap menjadi tantangan utama.

Secara statistik, Persib mencatat 12 peluang tembakan di babak pertama, dengan tiga di antaranya berada di zona berbahaya. Pada babak kedua, intensitas serangan meningkat, menghasilkan delapan peluang tembakan tepat sasaran. Efektivitas penyelesaian akhir meningkat tajam, terbukti dari empat gol yang dicetak.

Analisis taktik menunjukkan perubahan formasi setelah jeda, dengan penekanan pada pressing tinggi dan pergerakan cepat pemain sayap. Hodak juga menekankan pentingnya koordinasi antara lini tengah dan lini pertahanan untuk menutup celah ruang yang sebelumnya dimanfaatkan lawan.

Dengan performa comeback yang mengesankan, Persib Bandung kembali berada di puncak klasemen sementara, namun Bojan Hodak menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai. Fokus ke depan adalah memperbaiki konsistensi defensif, mengurangi ruang bagi lawan, dan memaksimalkan peluang emas di setiap fase pertandingan.

Secara keseluruhan, kemenangan 4-2 atas Bhayangkara FC menjadi bukti ketangguhan mental tim, namun kritik tajam pelatih menegaskan bahwa standar juara menuntut disiplin lebih tinggi, terutama pada fase awal pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *