Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Bandung, 1 Mei 2026 – Penyanyi sekaligus mantan anggota grup Cherrybelle, Anisa Rahma, mengungkapkan duka mendalam setelah rumah masa kecilnya hangus terbakar pada dini hari Kamis, 30 April. Kebakaran yang melanda kediamannya di Jalan Kebon Bibit, Bandung, menelan hampir seluruh bangunan, perabotan, serta barang-barang pribadi yang menyimpan ribuan kenangan.
Menurut saksi mata, api muncul sekitar pukul 03.00 WIB ketika seluruh anggota keluarga sedang terlelap. Anisa dan suaminya, Anandito Dwis, terbangun oleh suara keras dan asap tebal yang mengepul. “Kami terbangun dan langsung berlari keluar,” ujar Anisa dalam sebuah unggahan Instagram yang menampilkan rekaman video kebakaran. “Anak‑anak kami sempat shock, namun alhamdulillah semua selamat.”
Di antara puing‑puing yang tersisa, Anisa menyoroti ruang yang paling menyentuh hatinya – kamar ibunya yang dulu menjadi tempat bermain dan belajar. “Itu kamar mamah,” katanya lirih sambil menunjuk ruangan yang kini hitam pekat. Foto-foto masa kecil, sertifikat tanah, dan BPKB kendaraan juga tak luput dari kobaran api.
Meski kerusakan material sangat besar, Anisa menemukan secercah harapan dalam tragedi ini. Lebih dari 3.700 lembar Al‑Qur’an yang tersimpan rapi dalam kotak kardus di ruang kecil di bawah tangga tidak tersentuh api. “Al‑Qur’an selamat, tidak nembus ke dalam,” ujar Anisa dengan nada penuh rasa syukur. Kitab‑kitab suci tersebut direncanakan untuk wakaf dan hadiah bagi keluarga serta kerabat, menjadikannya simbol amal yang tetap hidup meski rumahnya hancur.
- Kerugian material: bangunan rumah, perabot, foto keluarga, sertifikat tanah, BPKB.
- Barang yang selamat: lebih dari 3.700 Al‑Qur’an, sebagian dokumen penting yang tidak terpapar api.
- Korban jiwa: tidak ada, seluruh anggota keluarga selamat.
Penyelidikan awal menunjukkan penyebab kebakaran kemungkinan besar berasal dari lilin yang lupa dimatikan oleh ibu Anisa pada malam sebelum kejadian. “Karena lilin, ketiduran ibunya,” katanya, menambah kesan tragis namun realistis pada peristiwa ini.
Tim pemadam kebakaran tiba dalam hitungan menit setelah laporan diterima, dibantu warga sekitar yang berusaha memadamkan api. Namun, kecepatan penyebaran api membuat sebagian besar isi rumah tidak sempat diselamatkan. “Kondisinya rumah udah makin besar apinya, barang‑barang juga sebagian udah nggak bisa diselamatin karena kejadiannya cepat banget,” tambah Anisa.
Setelah kebakaran, Anisa dan suaminya berupaya mengatur kembali kehidupan keluarga. Mereka memiliki tiga anak kecil yang kini harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru. “Kami masih mencoba memproses semuanya. Doakan ya teman‑teman, kami bisa ngelewatin ini semua,” tulis Anisa, menutup unggahannya dengan harapan dan doa.
Di tengah kepedihan, keluarga Anisa juga menerima bantuan dari sejumlah pihak, termasuk warga sekitar, relawan, dan organisasi kemanusiaan yang menyediakan kebutuhan dasar serta dukungan moral. “Bantuan datang tidak lama setelah itu, damkar dan warga sekitar bantu,” kata Anandito dalam video yang sama.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api di rumah, terutama pada malam hari. Anisa menegaskan, “Jangan pernah tinggalkan lilin menyala tanpa pengawasan, karena bisa berakibat fatal.”
Meski rumah masa kecilnya kini hanya menyisakan arang, Anisa Rahma bertekad untuk bangkit kembali, mengingat nilai spiritual yang tetap terjaga lewat ribuan Al‑Qur’an yang selamat. “Ini tempat masa kecil, lihat situasinya sekarang berasa mimpi, ini bener gak sih, gak nyangka,” ujarnya dengan suara bergetar. Harapan akan masa depan yang lebih baik tetap membara di hati keluarga, didukung oleh doa, dukungan sahabat, dan semangat untuk membangun kembali.
