Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Pelatih asal Inggris, John Herdman, terus menata skuad Timnas Indonesia menjelang Piala AFF 2026. Setelah merilis daftar 23 pemain untuk pemusatan latihan (TC) di Jakarta, muncul pertanyaan mengapa beberapa pemain yang bersinar di BRI Super League 2025/2026 tidak masuk radar sang juru taktik.
Herdman menegaskan pentingnya memantau kompetisi domestik, namun data menunjukkan tiga nama berprestasi yang tetap terlewat. Ketiganya memiliki catatan statistik yang bahkan melampaui beberapa pemain yang dipanggil.
- Teja Paku Alam – Kiper Persib Bandung, berusia 32 tahun, mencatat 27 penampilan dengan hanya 15 gol kebobolan dan 16 clean sheet, menjadikannya kiper dengan nerbobol tertinggi di liga.
- Kadek Arel – Bek tengah Bali United, usia 21 tahun, sudah menorehkan 27 penampilan dan 1.973 menit di lini pertahanan, mengalahkan pemain asing klub dalam duel defensif.
- Komang Teguh Trisnanda – Bek tengah Borneo FC, usia 24 tahun, bermain 28 kali dengan 2.319 menit serta mencetak empat gol, menunjukkan kontribusi ofensif yang jarang ditemui pada posisi bek.
Ketiga pemain tersebut memiliki performa yang konsisten sepanjang musim. Teja Paku Alam, misalnya, mencatat 16 clean sheet, lebih dari dua kali lipat dari Nadeo Argawinata yang hanya memiliki 10 clean sheet. Kadek Arel menjadi pilihan utama di lini belakang Bali United, menguasai ruang pertahanan dan memberikan stabilitas pada tim. Sementara Komang Trisnanda tidak hanya solid secara defensif, tetapi juga menambah nilai tambah dengan empat gol, sebuah prestasi yang patut dicatat.
Sementara itu, Herdman tetap mempertahankan panggilan untuk pemain-pemain lain yang tampil menonjol, seperti Nadeo Argawinata, Rivaldo Pakpahan, dan Alfharezzi Buffon dari Borneo FC. Pemilihan ini menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat dan pendukung. Banyak yang berpendapat bahwa statistik kiper Teja seharusnya menjadi faktor utama untuk dipertimbangkan, mengingat peran penting posisi tersebut dalam turnamen bergengsi.
Asisten pelatih Nova Arianto, yang sekaligus melatih Timnas U-20, menilai bahwa pendekatan taktik Herdman sudah mulai meresap di kalangan pemain senior. “Perubahan positif sudah terlihat, terutama dalam fase transisi antarlini yang kini lebih terorganisir,” ujarnya dalam konferensi pers di Senayan. Meski begitu, Arianto mengakui bahwa masih ada ruang bagi pemain muda untuk membuktikan diri, terutama menjelang AFF 2026.
Berbagai analis sepak bola menyoroti bahwa keputusan Herdman mencerminkan strategi jangka panjang. Dengan menurunkan sebagian pemain berpengalaman dan memberi peluang pada talenta muda, sang pelatih berharap membangun kedalaman skuad yang dapat bersaing di level regional. Namun, kritik tetap mengarah pada kurangnya transparansi dalam proses seleksi, terutama terkait pemain yang memiliki performa statistik unggul namun tidak dipanggil.
Di sisi lain, Borneo FC menyambut positif panggilan tiga pemain mudanya, menilai ini sebagai bukti kualitas akademi klub. “Masuknya Nadeo, Rivaldo, dan Alfharezzi adalah bukti bahwa pemain kami siap bersaing di kancah internasional,” kata Farid, asisten manajer Borneo FC.
Seiring dengan persiapan menjelang Piala AFF 2026, harapan publik tetap tinggi. Timnas Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kedalaman skuad yang ada, sambil memberi ruang bagi pemain yang belum dipanggil untuk menunjukkan kualitas mereka di kompetisi domestik. Keputusan akhir Herdman akan menjadi penentu utama dalam mengukir prestasi pada turnamen regional tersebut.
