Kebakaran Apartemen Mediterania: Penghuni Diinapkan Gratis di Hotel, Evakuasi Masih Berlanjut

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Pada Kamis, 30 April 2026, sebuah kebakaran terjadi di Tower C Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Api bermula dari panel listrik di area basement dan berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh tim pemadam kebakaran. Meskipun tidak ada korban jiwa, asap tebal menyebar melalui saluran kabel hingga ke lantai atas, memaksa penghuni untuk dievakuasi.

Menurut Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, penyebab kebakaran telah diidentifikasi secara pasti sebagai kegagalan panel listrik di basement. “Tidak ada unit hunian yang terbakar secara langsung, namun asap masuk ke ruang-ruang di lantai atas,” ujarnya. Polisi juga menegaskan bahwa foto-foto yang memperlihatkan unit terbakar di media sosial tidak akurat.

Baca juga:

Pengelola apartemen, melalui Humas Erlan Kalo, menjelaskan bahwa seluruh proses evakuasi sedang berjalan. Hingga saat laporan, sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi, sementara sekitar 20 penghuni masih berada di unit lantai atas karena mereka menilai kondisi udara sudah cukup bersih dan lift tidak berfungsi. Tim evakuasi mengandalkan tangga darurat untuk menurunkan penghuni.

Untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara, pihak pengelola menyediakan akomodasi gratis di beberapa hotel di sekitar wilayah. Seorang penghuni mengonfirmasi bahwa mereka “sudah dievakuasi, tinggal di hotel,” dan menambahkan bahwa fasilitas tersebut diberikan tanpa biaya. Pembagian hotel dilakukan secara langsung oleh pengelola, dengan penghuni dibagi ke beberapa lokasi agar tidak menumpuk di satu tempat.

Berikut rangkuman data evakuasi yang dihimpun hingga sore hari:

  • Total penghuni tower C: sekitar 300 orang.
  • Penghuni yang berhasil dievakuasi: 89 orang.
  • Penghuni yang masih berada di lantai atas: sekitar 20 orang.
  • Hotel yang menyediakan akomodasi gratis: lebih dari tiga hotel, nama tidak dipublikasikan demi privasi.

Tim medis juga hadir di lokasi untuk melakukan observasi kesehatan warga. Beberapa penghuni melaporkan sesak napas ringan akibat paparan asap, namun tidak ada kasus kritis. “Kami memberikan bantuan oksigen kepada yang membutuhkan,” ujar salah satu petugas medis.

Damkar Danton, Joko Susilo, melaporkan bahwa mereka menerima informasi awal pada pukul 07.31 WIB dengan status kebakaran kuning. Seluruh 26 unit mobil dan 130 personel dikerahkan untuk menangani insiden. Sistem proteksi kebakaran gedung, termasuk sprinkler dan alarm, berfungsi dengan baik, namun asap tetap menjadi tantangan utama.

Manajer Apartemen Mediterania, Anggi Febrianti, menegaskan koordinasi yang erat antara pihak pengelola, pemadam kebakaran, dan kepolisian sejak awal kejadian. “Sistem proteksi kebakaran kami bekerja optimal, alarm masih berbunyi, dan tim evakuasi telah berkoordinasi secara terus-menerus,” katanya.

Penghuni yang berhasil keluar melaporkan pengalaman menegangkan. Aurel, penghuni lantai 17, mengingat lampu mati bersamaan dengan alarm, menimbulkan kecurigaan sebelum asap tercium. “Saya buru-buru turun dengan laptop dan dokumen penting,” ujarnya. Sementara itu, Antonius, penghuni lantai 28, bersama rekan-rekannya naik ke lantai 35 melalui jendela dan menggunakan bantuan warga di lantai atas untuk turun melalui tangga darurat.

Transportasi umum di sekitar area kebakaran juga terdampak. Rute TransJakarta 8K (Baturasi‑Grogol) sementara dihentikan karena akses jalan terblokir. Pihak TransJakarta mengeluarkan pernyataan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Hingga akhir hari, proses evakuasi masih berlangsung. Pihak berwenang mengimbau warga yang masih berada di dalam gedung untuk tetap tenang dan menunggu petugas. Sementara itu, para penghuni yang ditempatkan di hotel diharapkan dapat tetap berada di sana hingga proses perbaikan dan restorasi apartemen selesai.

Insiden ini menegaskan pentingnya pemeliharaan sistem listrik dan kesiapsiagaan kebakaran di gedung bertingkat tinggi. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak psikologis dan logistis tetap signifikan bagi ribuan penghuni kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *