Media Vietnam Bongkar Format FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Siap Meraih Keuntungan Besar

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Media asal Vietnam, Soha, baru-baru ini mengungkap detail format baru FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan digelar pada akhir Juli hingga akhir Agustus 2026. Pengumuman tersebut menarik perhatian khusus karena menyoroti strategi Tim Nasional Indonesia yang kini menanggalkan ketergantungan pada bintang-bintang yang bermain di liga Eropa. Sebagai gantinya, pelatih asal Inggris, John Herdman, mengandalkan pemain berbakat yang berkarier di kompetisi domestik BRI Super League dan beberapa klub Asia Tenggara.

Menurut laporan Soha, daftar pemain yang dipanggil untuk menghadapi FIFA Matchday Juni 2026 serta persiapan Piala AFF 2026 tidak menyertakan nama-nama besar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, atau Emil Audero. Hanya satu pemain yang berkarier di luar negeri, Marselino Ferdinan (AS Trencin, Slovakia), yang masuk dalam skuad 23 orang. Keputusan ini dipandang sebagai langkah terencana untuk membangun tim yang kohesif, mengurangi hambatan logistik, serta memberi ruang bagi pemain lokal menunjukkan kualitas mereka di level internasional.

Baca juga:

John Herdman menegaskan bahwa absennya pemain bintang Eropa tidak menjadi penghalang, melainkan membuka peluang bagi pemain domestik untuk mengukir prestasi. “Kami fokus pada kebersamaan tim, tak hanya mengandalkan satu atau dua talenta. Pemain seperti Nadeo Argawinata, Yakob Sayuri, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, serta Ricky Kambuaya memiliki pengalaman yang cukup untuk bersaing,” ujar Herdman dalam konferensi pers di Jakarta pada 28 April 2026.

Berikut daftar lengkap 23 pemain yang dipanggil untuk memusatkan latihan di Jakarta pada 26-30 Mei 2026:

  • Cahya Supriadi – PSIM Yogyakarta
  • Muhammad Riyandi – Persis Solo
  • Nadeo Argawinata – Borneo FC Samarinda
  • Alfafrezzi Buffon – Borneo FC
  • Brian Fatari – Dewa United FC
  • Fajar Fathurrahman – Persija Jakarta
  • Hokky Caraka – Persita Tangerang
  • Muhammad Ferarri – Bhayangkara FC
  • Saddil Ramdani – Persib Bandung
  • Shayne Pattynama – Persija Jakarta
  • Wahyu Prasetyo – Dewa United
  • Yance Sayuri – Malut United FC
  • Marselino Ferdinan – AS Trencin (Slovakia)
  • Arkhan Fikri – Arema FC
  • Egy Maulana Vikri – Dewa United
  • Marc Klok – Persib Bandung
  • Ricky Kambuaya – Dewa United
  • Rivaldo Pakpahan – Borneo FC Samarinda
  • Thom Haye – Persib Bandung
  • Witan Sulaeman – Persija Jakarta
  • Eksel Runtukahu – Persija Jakarta
  • Jens Raven – Bali United
  • Rizky Eka Pratama – PSM Makassar

Pencalonan pemain lokal ini selaras dengan format FIFA ASEAN Cup 2026 yang menekankan pertandingan grup intensif, diikuti babak knockout berstandar tinggi. Turnamen tersebut dirancang agar tidak bentrok dengan jadwal liga utama FIFA, sehingga memberi kesempatan lebih luas bagi tim-tim Asia Tenggara untuk menurunkan skuad utama tanpa harus bersaing dengan agenda klub Eropa.

Keputusan tersebut juga dipengaruhi oleh fakta bahwa Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA. Klub-klub Eropa biasanya menolak pelepasan pemain pada bulan Juli‑Agustus karena persiapan musim baru. Dengan mengandalkan pemain yang berkompetisi di dalam negeri atau wilayah ASEAN, Indonesia menghindari konflik jadwal dan dapat melatih tim secara konsisten selama fase persiapan.

Strategi ini mendapat pujian dari sejumlah pengamat sepak bola. Mereka menilai bahwa pemilihan pemain yang “cukup padu” dapat meningkatkan rasa kebersamaan, mempercepat adaptasi taktik, serta menumbuhkan mental juara di antara generasi muda. Selain itu, penampilan impresif Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026 melawan St. Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno menegaskan kesiapan tim dalam menghadapi kompetisi internasional.

Media Vietnam juga menyoroti bahwa format baru FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan peluang bagi negara-negara ASEAN untuk mengoptimalkan eksposur pemain lokal. Dengan sistem grup yang menampilkan 4 tim per grup, setiap tim dijamin minimal tiga pertandingan, meningkatkan pengalaman kompetitif para pemain domestik.

Secara keseluruhan, langkah strategis Timnas Indonesia yang berfokus pada pemain lokal tanpa mengandalkan bintang Eropa diyakini dapat menghasilkan tim yang lebih solid, fleksibel, dan siap bersaing di panggung regional. Jika strategi ini berhasil, Indonesia berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjuarai Piala AFF 2026 dan memperkuat posisinya dalam rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *