Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Setelah pertandingan krusial melawan pasangan Prancis, Eloi Adam dan Leo Rossi, tim ganda putra Indonesia mengalami kekalahan 0-4 yang menutup peluang Indonesia melaju ke perempat final Thomas Cup 2026. Pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani turun pada partai keempat di Forum Horsens, Belgia, namun tak mampu mengubah arus pertandingan. Kedua gim berakhir dengan skor identik 19-21, 19-21, menandai kegagalan total yang berujung pada eliminasi tim nasional pada fase grup.
Dalam sebuah rilis resmi yang diterima oleh media, Sabar Karyaman Gutama mengakui bahwa tim lawan bermain dengan tingkat kepercayaan diri yang luar biasa. “Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi. Tapi kami harus akui bahwa Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa tekanan mental menjadi faktor utama yang menghambat performa, terutama ketika Indonesia sudah tertinggal 0-3 sebelum pasangan mereka masuk.
Reza Pahlevi menambahkan permohonan maaf kepada publik Indonesia. “Mereka tadi sempat ketinggalan, habis itu menyamakan kedudukan. Dari situ permainan mereka semakin menjadi, semakin percaya diri. Itu membuat kami terus tertekan di akhir gim pertama. Gim kedua kami sudah mencoba dari awal sampai akhir tapi tidak bisa mengembalikan keadaan. Kami mohon maaf tidak bisa menyumbang poin yang sangat penting hari ini,” kata Reza dalam pernyataan tertulis.
Kekalahan ini menandai catatan kelam pertama dalam sejarah partisipasi Indonesia di Thomas Cup, di mana tim nasional belum pernah tersingkir pada fase grup. Sebelumnya, Indonesia selalu melaju ke babak knockout, namun pada edisi 2026 ini, kombinasi faktor tekanan, taktik lawan, dan kurangnya kontrol emosi menjadi penyebab utama kegagalan.
Analisis taktik menunjukkan bahwa pasangan Prancis berhasil memanfaatkan serangan cepat di net dan variasi smash yang tidak dapat diantisipasi oleh Sabar/Reza. Kedua pemain Indonesia tampak kesulitan menyesuaikan ritme, terutama pada fase transisi saat lawan mengubah arah serangan secara mendadak. Selain itu, statistik menunjukkan bahwa persentase pukulan tepat sasaran Indonesia turun menjadi 62%, dibandingkan dengan 78% yang dicapai oleh lawan.
Pelatih tim menegaskan bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran penting. “Kekalahan di turnamen beregu seperti Thomas Cup memaksa kita untuk belajar mengelola tekanan dalam situasi kritis. Kami akan melakukan evaluasi teknis dan mental, serta menyiapkan program kebugaran mental untuk menghindari kejadian serupa di masa depan,” kata pelatih tim bulu tangkis Indonesia.
Sementara itu, para penggemar dan analis olahraga menilai bahwa performa Sabar Karyaman Gutama selama turnamen masih menunjukkan potensi, meskipun belum maksimal. Pada Indonesia Masters 2026, pasangan ini sempat memimpin di awal pertandingan melawan pasangan junior Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, namun akhirnya kalah dua game langsung. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan mereka untuk menutup pertandingan masih perlu diperbaiki.
Ke depan, Sabar Karyaman Gutama berjanji akan bangkit di kejuaraan berikutnya. “Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini. Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen untuk kembali berlatih lebih keras, meningkatkan konsistensi servis, dan memperkuat koordinasi dengan rekan setim.
Dengan eliminasi Indonesia dari Thomas Cup 2026, fokus kini beralih pada persiapan Piala Uber dan turnamen internasional lainnya. Harapan tetap tinggi bahwa para pemain, termasuk Sabar Karyaman Gutama, akan kembali menorehkan prestasi di panggung global, memperbaiki citra bulu tangkis Indonesia yang selama ini menjadi kebanggaan nasional.
