Dividen USD 120 Juta dan Rekomendasi Saham: Alamtri Resources Indonesia (ADRO) Jadi Sorotan Pasar pada 28 April 2026

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | Jakarta, 28 April 2026 – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) kembali menjadi pusat perhatian setelah pengumuman dividen tunai sebesar USD 120 juta oleh saudara perusahaannya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Pengumuman tersebut disertai dengan rekomendasi saham harian yang menempatkan ADRO di antara pilihan utama investor pada sesi perdagangan Selasa (28/4).

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan 17 April 2026, ADMR memutuskan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar USD 120 juta. Keputusan ini didasarkan pada kinerja keuangan grup yang kuat, termasuk laba bersih sebesar USD 271,21 juta, saldo laba ditahan USD 1,42 miliar, dan total ekuitas USD 1,71 miliar per 31 Desember 2025. Meskipun dividen tersebut secara langsung ditujukan kepada pemegang saham ADMR, dampaknya terasa di pasar modal, khususnya bagi ADRO yang merupakan pemegang saham utama ADMR.

Baca juga:

Berikut merupakan jadwal penting terkait pembagian dividen ADMR yang juga relevan bagi pemegang saham ADRO:

Tanggal Keterangan
17 April 2026 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) – Persetujuan dividen
22 April 2026 Cum Date – Investor terakhir yang berhak dividen
23 April 2026 Ex Date – Saham tidak lagi memberikan hak dividen
24 April 2026 Recording Date – Pencatatan hak dividen
28 April 2026 Payment Date – Pembayaran dividen kepada pemegang saham

Pada penutupan perdagangan saham pada Selasa, 28 April 2026, harga saham ADRO mengalami penurunan 2,38% menjadi Rp 1.845 per lembar. Volume transaksi tercatat 224.690 lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp 41,8 miliar. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 0,15% ke level 7.095 pada sesi I, mencerminkan tekanan jual dari investor asing senilai Rp 2,01 triliun.

Analisis pasar yang dirilis oleh BNI Sekuritas menyoroti bahwa IHSG berpotensi mengoreksi kembali setelah gagal menembus level resistance 7.250. Level support diperkirakan berada di zona 6.900‑7.000, sementara resistance berada di 7.200‑7.250. Dalam konteks ini, ADRO tercatat sebagai salah satu saham yang mengalami tekanan, namun tetap masuk dalam rekomendasi harian bagi investor yang mengincar peluang rebound.

Rekomendasi saham harian yang dikeluarkan pada pagi hari 28 April 2026 mencakup enam emiten, antara lain PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Alamtri Resources Indonesia (ADRO), PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA), dan PT Indika Energy Tbk (INDY). Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menekankan bahwa meskipun ADRO berada dalam daftar “Top Losers” LQ45, fundamental grup yang kuat dan prospek penambangan nikel serta logam lainnya memberikan dasar bagi pemulihan harga saham dalam jangka menengah.

Secara teknikal, grafik ADRO menunjukkan formasi bullish engulfing pada timeframe harian, mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah penurunan terbaru. Volume perdagangan yang meningkat pada sesi penutupan menambah keyakinan bahwa aksi beli mulai kembali menguat. Namun, analyst juga mengingatkan bahwa volatilitas pasar tetap tinggi, sehingga investor disarankan untuk memperhatikan level support 6.900 dan menunggu konfirmasi breakout di atas 7.000 sebelum menambah posisi.

Selain faktor teknikal, keputusan ADMR untuk membagikan dividen besar menambah nilai intrinsik grup. Sebagai pemegang saham utama, ADRO akan menerima sebagian dividen tersebut, yang dapat meningkatkan arus kas dan memperkuat likuiditas perusahaan. Dana yang masuk diharapkan akan dialokasikan untuk ekspansi tambang, investasi pada teknologi penambangan ramah lingkungan, serta pelunasan utang jangka pendek.

Secara keseluruhan, kombinasi antara kebijakan dividen yang atraktif, prospek pertumbuhan sektor mineral, dan rekomendasi teknikal yang menguat menjadikan ADRO sebagai salah satu saham yang patut dipantau oleh investor institusional maupun ritel pada akhir bulan ini. Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, fundamental yang solid dan dukungan kebijakan grup dapat menjadi katalis bagi rebound harga saham dalam beberapa minggu ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *