Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | Pertandingan playoff pertama ronde NBA 2025-26 berakhir dengan dominasi Oklahoma City Thunder yang menyingkirkan Phoenix Suns secara total dalam empat laga. Kemenangan 131-122 pada Game 4 menandai sweep lengkap Thunder atas Suns, menjadikan tim Phoenix menjadi tim pertama yang keluar dari kompetisi musim ini.
Saat memulai seri, harapan Phoenix Suns tampak rendah setelah offseason yang bergolak, termasuk perdagangan bintang Kevin Durant. Namun, tim yang dipimpin oleh head coach Monty Williams berhasil lolos dari play‑in tournament meski harus mengalahkan Portland Trail Blazers. Di sisi lain, Oklahoma City Thunder masuk sebagai juara bertahan dengan skuad yang dipenuhi pemain muda berbakat, terutama Shai Gilgeous‑Alexander yang menjadi motor utama serangan mereka.
Seri ini memperlihatkan kontras yang jelas antara dua tim. Phoenix Suns berjuang tanpa beberapa pemain kunci: Mark Williams absen selama seluruh seri, Grayson Allen tidak bermain di dua pertandingan pertama, dan Jalen Green terbatas hanya 32 pertandingan sepanjang musim karena cedera hamstring. Dillon Brooks juga melewatkan sebagian waktu karena patah tangan. Kekurangan ini menurunkan kedalaman bangku cadangan dan menambah beban pada pemain inti.
Di pertandingan keempat, Thunder mengukir rekor 131 poin, sementara Suns hanya mampu menambah 122 poin meski menampilkan pertahanan yang keras. Shai Gilgeous‑Alexander mencetak 35 poin, menambah 10 assist, dan memimpin timnya dengan statistik yang mengesankan. Sementara itu, Chris Paul berusaha mengendalikan tempo, tetapi kurangnya kontribusi dari frontcourt membuat Suns kesulitan mengamankan rebound.
Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan sweep tersebut:
- Keunggulan serangan Thunder: Penyerangan cepat, transisi yang mulus, dan kemampuan mencetak dari jarak tiga poin.
- Keterbatasan interior Suns: Tanpa Mark Williams, Suns kehilangan kehadiran fisik di cat, memudahkan Thunder menguasai rebound.
- Kesehatan pemain: Cedera pada Jalen Green dan Dillon Brooks mengurangi opsi ofensif Suns.
- Pengalaman playoff Thunder: Tim muda namun sudah terbiasa bermain di panggung besar berkat kepemimpinan Gilgeous‑Alexander.
Meski mengalami kekalahan telak, respon fans Suns terkesan tenang. Banyak penggemar menyatakan bahwa tim telah melampaui ekspektasi musim ini dan melihat potensi pertumbuhan di masa depan. Sejumlah komentar di media sosial menyoroti bahwa Suns “overperformed” mengingat kehilangan Durant dan masalah cedera, serta menantikan perbaikan pada draft dan free agency mendatang.
Ke depan, Phoenix Suns harus menilai kembali roster mereka. Penguatan pada posisi center menjadi prioritas utama, sementara menambah kedalaman pada wing dapat meningkatkan fleksibilitas taktik. Di sisi lain, Oklahoma City Thunder akan melaju ke babak berikutnya dengan momentum tinggi, berharap dapat mempertahankan gelar juara.
Secara keseluruhan, seri Thunder vs Suns menjadi contoh bagaimana kedalaman skuad, kesehatan pemain, dan eksekusi taktik dapat menentukan hasil akhir dalam playoff. Bagi Suns, akhir musim ini menjadi pelajaran penting untuk menyusun strategi off‑season, sementara Thunder melanjutkan perjalanan mereka dengan keyakinan tinggi.
