Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 April 2026 | Denver Nuggets berhasil memperpanjang hidupnya di babak pertama playoff NBA dengan mengalahkan Minnesota Timberwolves 125-113 pada Game 5 di Ball Arena pada Senin malam. Kemenangan ini menurunkan keunggulan seri menjadi 3-2 atas Minnesota, sekaligus menambah tekanan pada tim lawan yang sudah kehilangan beberapa pemain kunci karena cedera.
Nikola Jokić kembali menampilkan performa luar biasa, mencatat triple‑double dengan 27 poin, 12 rebound, dan 16 assist. Penampilan Jokić menjadi pusat serangan Denver, mengatur ritme permainan dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Jamal Murray menambah 24 poin, sementara Spencer Jones, yang biasanya mencetak rata‑rata 5,5 poin per pertandingan, melesat menjadi pencetak 20 poin, hampir empat kali lipat produksi biasanya.
Spencer Jones memanfaatkan kesempatan bermain sebagai starter menggantikan Aaron Gordon yang absen karena cedera betis. Ia mencetak 11 poin di kuarter ketiga, termasuk tiga tembakan tiga angka sempurna (3‑of‑3). Penampilannya yang efisien (7‑of‑9 dari lapangan, 4‑of‑5 dari tiga angka) memberikan dorongan signifikan bagi Nuggets pada fase kritis pertandingan.
Di pihak Timberwolves, Julius Randle menjadi satu‑satunya yang menonjol dengan 27 poin, sembilan rebound, dan enam assist. Ayo Dosunmu, yang menjadi pahlawan pada Game 4, menambah 18 poin. Namun, Minnesota harus berjuang tanpa Anthony Edwards (cedera lutut) dan Donte DiVincenzo (cedera Achilles), serta kehilangan Naz Reid yang terkilir pergelangan kaki di kuarter ketiga. Reid kembali bermain di kuarter keempat, namun dampaknya terbatas.
Statistik tim menunjukkan keunggulan Nuggets dalam hal turnover; Timberwolves berkomitmen 25 turnover, jauh lebih tinggi dibandingkan 12 turnover Denver. Kesalahan ini memperparah kesulitan Minnesota dalam menahan serangan cepat Nuggets, terutama pada kuarter ketiga ketika Denver menumpuk selisih 22 poin (97-75) menjelang kuarter keempat.
| Statistik | Nuggets | Timberwolves |
|---|---|---|
| Poin | 125 | 113 |
| Turnover | 12 | 25 |
| Rebound | 48 | 42 |
| Assist | 30 | 22 |
Dengan dua hari istirahat sebelum Game 6 di Minneapolis, Nuggets memasuki pertandingan berikutnya dengan momentum kuat. Aaron Gordon, yang absen pada Game 5, dijadwalkan kembali berlatih, memberi Denver kedalaman tambahan di sisi sayap. Sementara itu, Minnesota harus menyesuaikan strategi tanpa Edwards, yang diperkirakan absen satu minggu ke depan, dan DiVincenzo yang diperkirakan tidak kembali selama sisa playoff.
Para analis memperkirakan keunggulan Nuggets di rumah akan menjadi faktor penentu dalam Game 6. Odds untuk pertandingan tersebut menunjukkan Nuggets sedikit diungguli, namun selisihnya tipis mengingat keunggulan statistik mereka di kuarter ketiga dan kemampuan Jokić untuk mengendalikan permainan.
Pelatih Denver, Michael Malone, menekankan pentingnya “all hands on deck”. Ia menilai kontribusi pemain seperti Spencer Jones dan Tyus Jones sebagai contoh betapa pentingnya kedalaman roster di fase playoff. Di sisi lain, pelatih Timberwolves, Chris Finch, mengakui bahwa timnya “memukul dirinya sendiri” dengan jumlah turnover yang tinggi, dan harus memperbaiki eksekusi bola untuk tetap bersaing.
Kedatangan Game 6 menjadi momen krusial bagi Minnesota. Jika mereka berhasil menahan Nuggets, seri kembali menjadi imbang 3-3, memberi mereka peluang untuk kembali ke rumah pada Game 7. Namun, dengan kelelahan, cedera, dan tekanan mental, tantangan yang dihadapi Timberwolves tampak semakin besar.
Penggemar NBA di seluruh dunia menantikan duel taktis antara Jokić, yang dapat mencetak poin, mengumpulkan rebound, serta mengatur assist, melawan Randle yang berusaha menjadi motor penggerak bagi Timberwolves. Pertarungan ini tidak hanya tentang bakat individu, tetapi juga tentang kemampuan tim mengatasi keterbatasan dan memanfaatkan peluang.
Dengan semua faktor di atas, Game 6 dijanjikan menjadi pertempuran sengit yang akan menentukan siapa yang melaju ke babak berikutnya. Nuggets berharap momentum kemenangan ini dapat berlanjut, sementara Timberwolves harus bangkit dari kesalahan dan menyalakan kembali harapan mereka.
