Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 April 2026 | Pekan ke-26 Pegadaian Championship 2025/26 menjadi momen krusial bagi empat tim yang masih berpeluang mengamankan tiket promosi otomatis ke BRI Super League musim depan. Laga-laga akhir pekan ini tidak hanya menandai penutup babak reguler, tetapi juga menentukan nasib klub-klub yang berjuang melawan degradasi.
Di Grup 2, PSS Sleman memimpin klasemen sementara dengan 53 poin, unggul selisih gol atas Persipura Jayapura yang juga mengoleksi 53 poin. Kedua tim ini berada dalam posisi yang sama, namun head‑to‑head memberi keunggulan bagi PSS Sleman. Pada pekan ke-27, PSS akan menjamu PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo. Kemenangan melawan PSIS dapat mengunci posisi juara grup dan menjamin tiket promosi otomatis ke Super League. Di sisi lain, Persipura Jayapura harus mengalahkan Persiku Kudus di Stadion Lukas Enembe untuk tetap hidup dalam persaingan, sambil berharap PSS Sleman kalah.
Grup 1 menyajikan duel yang lebih ketat antara Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC. Garudayaksa, pemuncak klasemen dengan 49 poin, menanti laga pamungkas melawan Persikad Depok di Stadion Pakansari. Sebuah kemenangan akan mengamankan tiket promosi otomatis tanpa menghiraukan hasil Adhyaksa. Sementara Adhyaksa FC, yang terpaut satu poin, harus menunggu hasil Garudayaksa sambil berusaha mengalahkan Sriwijaya FC di Banten International Stadium. Kedua tim hanya memiliki satu kesempatan untuk meraih tiket, menjadikan laga pekan ke-27 sebagai pertaruhan tinggi.
Jadwal pekan terakhir diumumkan I.League: Grup A akan bertanding pada Sabtu, 2 Mei 2026, sementara Grup B pada Minggu, 3 Mei 2026, semuanya dimulai pukul 15.30 WIB. Pertandingan sekaligus akan memperlihatkan empat tim bersaing untuk dua tiket promosi otomatis. Tim peringkat kedua masing‑masing grup akan melaju ke babak playoff, yang berarti mereka masih memiliki kesempatan, meski tidak seaman tiket langsung.
Selain persaingan promosi, ancaman degradasi juga menghantui beberapa klub. Sriwijaya FC, yang sudah dipastikan terdegradasi, tetap menjadi lawan bagi Adhyaksa FC di pekan terakhir. Kegagalan Sriwijaya untuk memperbaiki posisi mereka menambah tekanan pada lawan mereka yang berjuang mengamankan tiket promosi.
- PSS Sleman – 53 poin, pemimpin Grup 2, harus menang atas PSIS Semarang.
- Persipura Jayapura – 53 poin, menunggu hasil PSS, harus mengalahkan Persiku Kudus.
- Garudayaksa FC – 49 poin, pemuncak Grup 1, menanti laga melawan Persikad Depok.
- Adhyaksa FC – 48 poin, menantang Sriwijaya FC, harus mengandalkan hasil Garudayaksa.
Jika PSS Sleman mengamankan kemenangan, mereka akan mengunci tiket promosi otomatis, meninggalkan Persipura dalam posisi menunggu hasil lainnya. Sebaliknya, jika PSS tersingkir, Persipura berpeluang melaju, asalkan mereka mengalahkan Persiku Kudus. Pada Grup 1, skenario serupa terjadi: Garudayaksa FC dapat memastikan promosi dengan satu kemenangan, sementara Adhyaksa FC harus mengandalkan kegagalan lawannya.
Para pelatih dan manajer menyadari tekanan mental yang luar biasa. Ansyari Lubis, pelatih PSS Sleman, menekankan pentingnya konsistensi dan fokus penuh pada pertandingan terakhir. Sementara itu, pelatih Garudayaksa FC mengingatkan bahwa setiap detail, dari taktik set‑piece hingga kebugaran pemain, akan menentukan hasil.
Penonton juga berperan penting. Suporter PSS Sleman, yang dikenal dengan sebutan Elang Jawa, diprediksi akan mengisi Stadion Maguwoharjo dengan sorakan yang membara, memberikan dorongan moral bagi tim. Di sisi lain, suporter Garudayaksa FC menyiapkan aksi dukungan besar di Stadion Pakansari.
Secara keseluruhan, pekan ke-26 Pegadaian Championship 2025/26 tidak hanya menutup babak reguler, melainkan membuka jalan bagi drama akhir musim yang menegangkan. Empat tim utama berjuang demi dua tiket promosi otomatis, sementara beberapa klub berjuang keras menghindari degradasi. Hasil akhir pekan ini akan menentukan siapa yang melaju ke BRI Super League dan siapa yang harus menyiapkan diri untuk kompetisi berikutnya.
