Ivan Toney Bawa Al‑Ahli Raih Trofi Kedua Berturut‑urut di Liga Champions Asia yang Dipenuhi Dua Kartu Merah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 April 2026 | Jeddah, 27 April 2026 – Al‑Ahli berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions Asia setelah mengalahkan tim debutan asal Jepang, Machida Zelvia, dalam pertandingan final yang berlangsung hingga perpanjangan waktu. Laga yang dipenuhi ketegangan ini menjadi sorotan utama karena dua kartu merah yang dikeluarkan kepada pemain Al‑Ahli, menambah dramatisasi pada akhir pertandingan.

Sejak peluit pembuka, kedua tim menunjukkan permainan agresif. Machida Zelvia, yang pertama kali menembus final sejak berdirinya kompetisi, berusaha memanfaatkan kecepatan lini depan mereka, sementara Al‑Ahli mengandalkan pengalaman pemain internasional seperti Ivan Toney dan Riyad Mahrez. Pada menit ke‑30, Ivan Toney mencetak gol pembuka lewat tembakan jarak dekat setelah menerima umpan dari mantan gelandang Barcelona, Franck Kessié. Gol tersebut memberi kepercayaan diri kepada tim tuan rumah.

Baca juga:

Namun, intensitas pertandingan meningkat ketika Zakaria Hawsawi menerima kartu merah pada pertengahan babak kedua setelah menanduk Tete Yangi dalam sebuah konfrontasi fisik. Al‑Ahli terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama hampir satu jam. Meskipun berada di bawah tekanan, mereka tetap menekan pertahanan Machida Zelvia dan menciptakan peluang berbahaya.

Pada menit 106 waktu perpanjangan, Firas Al‑Burikan berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan terobosan Kessié. Gol ini mengembalikan semangat Al‑Ahli dan memaksa Machida Zelvia mencari gol balasan. Menjelang akhir tambahan waktu, pemain pengganti Al‑Ahli, Mohammed Abdulrahman, menerima kartu merah kedua setelah melakukan tindakan keras di pinggir lapangan. Meskipun kini bermain 9‑lawanan‑11, Al‑Ahli tetap berjuang.

Detik‑detik terakhir menyaksikan gol kemenangan yang menentukan. Pada menit ke‑113, Firas Al‑Burikan kembali menembus gawang Machida Zelvia setelah menerima umpan silang dari Mahrez. Gol tersebut mengantarkan Al‑Ahli menang 2‑1 dan mengamankan trofi ketiga bagi Ivan Toney di Arab Saudi, setelah menambah koleksi AFC Champions League 2025 dan Piala Super Arab Saudi 2025.

Riyad Mahrez, yang sebelumnya berkiprah di Liga Premier dan Liga Champions UEFA bersama Manchester City, memuji semangat juang rekan‑rekan setimnya. “Ini luar biasa. Bermain 10‑lawanan‑11 hampir mustahil, tapi kami tetap bersatu dan berjuang lebih keras,” ujar Mahrez dalam konferensi pers setelah pertandingan.

  • Skor akhir: Al‑Ahli 2 – 1 Machida Zelvia
  • Pemain terbaik: Firas Al‑Burikan (2 gol)
  • Kartu merah: Zakaria Hawsawi, Mohammed Abdulrahman

Penampilan Ivan Toney menjadi sorotan utama. Dengan tiga trofi bergengsi bersama Al‑Ahli, striker berusia 30 tahun tersebut kini menargetkan panggilan ke skuad Inggris asuhan Thomas Tuchel untuk Piala Dunia mendatang. Statistik pribadi Toney di Timur Tengah menunjukkan 67 gol dan 16 assist dalam 88 penampilan, menegaskan produktivitasnya di kompetisi Asia.

Keberhasilan Al‑Ahli ini menandai tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions Asia sejak Al‑Ittihad pada tahun 2005. Prestasi ini menambah reputasi kompetisi klub Asia sebagai ajang paling bergengsi di benua ini, sekaligus memperkuat posisi Al‑Ahli sebagai kekuatan dominan di sepak bola Timur Tengah.

Dengan gelar ini, Al‑Ahli kini fokus pada kompetisi domestik dan persiapan untuk turnamen internasional berikutnya. Sementara Machida Zelvia kembali ke Jepang dengan pengalaman berharga, bertekad untuk bangkit kembali di musim selanjutnya.

Secara keseluruhan, final Liga Champions Asia 2026 memperlihatkan kombinasi antara taktik, ketangguhan mental, dan drama kartu merah yang jarang terlihat dalam kompetisi tingkat tinggi. Penonton yang hadir di stadion Jeddah, berjumlah sekitar 60.000, menyaksikan pertarungan sengit yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *