Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 April 2026 | Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, menutup secara resmi Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri Gelombang I Tahun Anggaran 2026 dalam sebuah upacara yang digelar di Lapangan Wira Yudha Bhakti, Rindam IX/Udayana, Tabanan, Bali pada Jumat, 24 April 2026. Sebanyak 137 prajurit TNI Angkatan Darat yang berhasil menamatkan rangkaian pendidikan tersebut resmi diberikan pangkat Sersan Dua (Serda) dan dilantik secara seremonial oleh sang Pangdam.
Acara pelantikan ini tidak hanya menjadi simbol penyelesaian fase pendidikan yang sarat disiplin, melainkan juga menandai awal tanggung jawab baru bagi para bintara infanteri. Mayjen Piek Budyakto menegaskan bahwa setiap lulusan harus siap mengemban peran sebagai pemimpin setingkat regu, yang menuntut loyalitas tinggi, profesionalisme, serta karakter baja dalam menghadapi medan tugas operasional maupun teritorial.
Berikut inti pesan yang disampaikan oleh Mayjen Piek Budyakto kepada 137 bintara yang baru dilantik:
- Selamat kepada para lulusan yang telah melewati proses seleksi ketat dan pendidikan intensif; keberhasilan ini merupakan bukti kesiapan awal untuk mengemban tugas sebagai prajurit TNI AD.
- Setiap bintara harus menginternalisasi nilai loyalitas kepada Negara, Kesatuan, dan TNI, serta menumbuhkan semangat profesionalisme dalam setiap operasi militer maupun tugas teritorial.
- Pengabdian tidak berhenti pada upacara pelantikan; para bintara diharapkan terus meningkatkan kompetensi melalui latihan lanjutan dan pengalaman lapangan.
- Karakter baja di medan pengabdian sesungguhnya ditentukan oleh kedisiplinan, ketangguhan mental, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika tugas yang terus berubah.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum pengukuhan prajurit‑prajurit muda yang akan memperkuat jajaran Kodam IX/Udayana. Dengan menambah 137 bintara infanteri, kemampuan operasional Kodam di wilayah Bali dan Nusa Tenggara diharapkan dapat lebih responsif terhadap ancaman keamanan serta bencana alam yang kerap melanda wilayah tersebut.
Mayjen Piek Budyakto menambahkan bahwa proses pendidikan Bintara (Dikmaba) Infanteri ini dirancang untuk menyiapkan prajurit dengan kompetensi dasar taktis, penggunaan senjata, serta pemahaman doktrin infanteri modern. Selama gelombang I, para calon bintara menjalani serangkaian tahapan, mulai dari pendidikan dasar militer, pelatihan fisik, hingga simulasi pertempuran yang menuntut ketahanan fisik dan mental yang tinggi.
Setelah pelantikan, para bintara akan ditempatkan pada satuan infanteri yang berbeda‑beda di dalam Kodam IX/Udayana, mulai dari batalyon infanteri mekanik hingga satuan khusus yang menangani operasi anti‑terorisme. Penempatan ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan operasional serta potensi masing‑masing prajurit yang telah teridentifikasi selama masa pelatihan.
Secara keseluruhan, upacara pelantikan 137 Bintara Infanteri ini menandai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia TNI AD di wilayah Bali. Dengan menekankan loyalitas, profesionalisme, dan karakter baja, Mayjen Piek Budyakto berharap generasi bintara baru dapat menjadi tulang punggung yang handal dalam menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa.
