Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 April 2026 | Pertandingan sengit antara Real Betis dan Real Madrid di La Cartuja pada 24 April 2026 berakhir dengan skor 1-1 berkat gol menit tambahan yang dicetak oleh Héctor Bellerín. Gol tersebut tidak hanya memberi satu poin berharga bagi tim asal Sevilla, tetapi juga menambah tekanan pada skuad Juveña yang tengah berjuang mengamankan gelar LaLiga.
Real Madrid membuka skor lebih dulu melalui Vinícius Júnior pada menit ke-12 setelah memanfaatkan rebondan bola di dalam kotak penalti. Gol awal itu sempat menimbulkan keyakinan bahwa Los Blancos akan mengendalikan pertandingan, namun Betis segera menanggapi dengan serangan balasan yang intensif.
Pada babak kedua, Betis meningkatkan tekanan secara konsisten. Lini tengah dipenuhi pertukaran umpan pendek, sementara sayap kiri dioperasikan oleh Antonio dan Jordi Alba yang berusaha membuka ruang pertahanan Madrid. Kesempatan demi kesempatan diciptakan, namun kiper Thibaut Courtois tampil gemilang, menolak setiap tembakan yang mengancam.
Ketegangan memuncak pada menit ke-90+3 ketika peluit tambahan dibunyikan. Héctor Bellerín, yang sebelumnya dikenal sebagai bek kanan agresif di Arsenal, menembus zona pertahanan Madrid bersama Antony. Di tengah kerumunan kaki lawan, Bellerín menemukan celah sempit dan menembakkan bola dengan teknik mengincar tiang gawang, bukan menekan keras. Bola meluncur melewati penjaga gawang dan masuk ke sudut atas gawang, memicu sorak sorai pendukung Betis.
Setelah gol, Bellerín menjelaskan situasinya di mikrofon DAZN: “Dalam situasi seperti ini, waktu berpikir sangat singkat. Saya biasanya tidak menendang keras, saya cari tiang, tapi bola masuk di antara kaki lawan.” Ia menambahkan rasa kecewa bila gol tersebut dibatalkan: “Tidak percaya kalau gol ini diannulir. Itu akan sangat sial. Kami sudah lelah secara fisik dan mental, namun kami tetap berjuang hingga akhir.”
Bellerín menilai hasil poin tunggal itu belum mencerminkan performa timnya. “Kami menguasai banyak fase permainan, menciptakan banyak peluang, namun nasib tidak berpihak. Dari dalam, saya rasa kami pantas mendapatkan tiga poin,” ujarnya. Meskipun begitu, ia tetap optimis: “Saya puas karena mendapatkan satu poin melawan Madrid di kandang mereka, tetapi kami yakin dapat meraih lebih banyak.”
Berita ini juga mengangkat implikasi bagi perburuan gelar LaLiga. Kegagalan Real Madrid mengamankan kemenangan mengurangi peluang mereka menggapai poin maksimal, sementara Real Betis kini berada di posisi yang lebih menguntungkan dalam pertempuran klasemen menengah atas.
Berikut beberapa statistik utama pertandingan:
- Penguasaan bola: Real Betis 53% – Real Madrid 47%
- Shots on target: Betis 6 – Madrid 8
- Corner kicks: Betis 5 – Madrid 3
- Fouls: Betis 12 – Madrid 9
Pelatih Betis, Manuel Pellegrini, memuji semangat timnya setelah laga. “Kami bermain dengan keberanian, tidak gentar melawan tim sebesar Real Madrid. Bellerín memberikan contoh yang luar biasa dengan golnya,” kata Pellegrini. Sementara pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, menilai timnya perlu memperbaiki konsistensi pada fase akhir pertandingan.
Menatap ke depan, Bellerín menegaskan komitmen Betis untuk berjuang hingga akhir musim demi meraih tempat di Liga Champions. “Kami ingin mencapai semua target yang telah kami tetapkan. Kesalahan ada, tetapi kualitas permainan kami tetap tinggi,” pungkasnya.
