Ikke Nurjanah Ingatkan Musisi Hipdut: Jaga ‘Napas’ Dangdut di Tengah Tren Modern

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 April 2026 | Depok, Jawa Barat – Penyanyi dangdut senior dan Komisioner Lembaga Musik dan Kebudayaan Nasional (LMKN), Ikke Nurjanah, menyampaikan pandangannya tentang fenomena “Hipdut” yang kini melanda industri musik Indonesia. Hipdut, singkatan dari perpaduan musik hip‑hop dan dangdut, semakin populer di kalangan generasi muda, khususnya melalui platform digital dan media sosial.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada Selasa, 7 April 2026, Ikke menegaskan bahwa kreativitas anak muda patut dihargai. “Kita tidak bisa membendung kreativitas dan tidak bisa menghalangi apa yang dilakukan anak muda sekarang. Tren itu memang bagian dari dinamika bermusik,” ujarnya sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa perubahan dalam industri musik adalah sesuatu yang tak terelakkan, asalkan tetap menjaga batasan moral dan norma yang berlaku.

Baca juga:

Namun, dukungan Ikke tidak bersifat tanpa syarat. Ia menekankan pentingnya konten lirik yang tidak melanggar nilai kesusilaan, SARA, atau menampilkan unsur erotika. “Selama materi lagunya tidak masuk ke dalam hal‑hal tersebut, saya rasa wajar. Musik memang harus berkembang,” jelasnya.

Ikke juga menyoroti kebutuhan genre dangdang untuk beradaptasi dengan kondisi industri yang terus berubah. Ia mengajak musisi untuk menyediakan variasi yang dapat memuaskan selera pendengar, baik yang menggemari lagu klasik maupun yang menginginkan nuansa kekinian. “Dangdut harus menerima kondisi apa pun yang terjadi dalam industri. Kita harus menjaga keberadaan dangdut dengan memvariasikannya. Yang terbaru hadir, yang klasik tetap ada,” tuturnya.

Poin utama yang ditekankan oleh Ikke adalah agar identitas asli dangdut tidak tergerus oleh tren. Ia berharap musisi tetap menyisipkan unsur orisinal atau “napas” dangdut dalam setiap karya, meski menggunakan elemen hip‑hop atau genre lain. “Saya berharap mereka selalu selipkan ada sedikit unsur orisinal atau napas dangdutnya, sehingga kita tetap mau dia hip‑hop, apa pun, tapi napas dangdutnya tetap nempel,” kata Ikke.

Untuk mengilustrasikan pentingnya mempertahankan identitas budaya dalam inovasi musik, Ikke memberikan contoh dari industri musik India. Penyanyi Arijit Singh, yang terkenal dengan lagu‑lagunya yang dipadukan dengan aransemen pop modern, tetap mempertahankan bahasa dan cengkok khas India. “India mempertahankan dua hal: bahasa dan cengkok. Arijit Singh tetap bercengkok meski musiknya modern,” ujar Ikke. Menurutnya, kemampuan menjaga orisinalitas menjadi kunci agar karya tetap memiliki identitas kuat, terutama bila menembus pasar internasional.

Selain contoh India, Ikke menyebutkan grup musik Indonesia Tenxii dan NDX A.K.A. yang berhasil menggabungkan elemen dangdut dengan gaya musik kontemporer tanpa menghilangkan rasa dangdut yang khas. “Dengar sekali langsung terasa dangdut, tapi tidak dangdut banget; ruhnya tetap ada,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai regulasi atau pedoman resmi untuk genre Hipdut, Ikke menegaskan bahwa tidak ada peraturan khusus. Ia mempercayakan tanggung jawab kepada pencipta lagu untuk tetap menghormati nilai budaya dan sosial. “Kita harus bijak dalam berkarya, bukan hanya mengejar popularitas semata,” pungkasnya.

Reaksi publik terhadap pernyataan Ikke Nurjanah beragam. Sebagian musisi muda menyambut baik dukungan dan nasihatnya, sementara yang lain menilai pernyataan tersebut terlalu konservatif. Namun, mayoritas setuju bahwa menjaga keaslian dangdut adalah upaya penting untuk melestarikan warisan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.

Kesimpulannya, meskipun tren Hipdut menawarkan peluang kreatif yang menarik, tidak boleh mengorbankan esensi dangdut yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas musik Indonesia. Dengan menggabungkan inovasi dan tradisi secara seimbang, generasi musisi muda dapat menghasilkan karya yang relevan, sekaligus menghormati akar budaya yang telah menginspirasi jutaan pendengar selama puluhan tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *