Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 April 2026 | Once Caldas, klub sepak bola asal Manizales, Kolombia, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian perubahan strategis yang mengguncang dunia sepak bola Amerika Selatan. Klub yang pernah menorehkan prestasi gemilang, termasuk mengangkat trofi Copa Libertadores pada tahun 2004, kini berusaha menata kembali fondasinya untuk bersaing di liga domestik dan kompetisi internasional.
Sejarah Once Caldas dimulai pada tahun 1948 dengan nama Deportivo Manizales, namun pada 1951 klub ini mengadopsi nama yang kini dikenal luas, yaitu Once Caldas. Nama “Once” diambil dari jumlah pemain yang biasanya berada di lapangan, sementara “Caldas” merupakan nama provinsi tempat klub berdiri. Selama empat dekade pertama, klub ini berjuang di antara divisi menengah, namun semangat juang dan dukungan masyarakat setempat menjadikannya simbol kebanggaan kota Manizales.
Keberhasilan paling menonjol datang pada era awal 2000-an. Di bawah kepemimpinan pelatih argentinian Pablo Repetto, Once Caldas menorehkan sejarah dengan mengalahkan Boca Juniors di final Copa Libertadores 2004. Kemenangan itu tidak hanya menambah trofi emas bagi klub, tetapi juga menempatkan Kolombia kembali di peta sepak bola internasional setelah hampir satu dekade absen dari panggung utama.
Namun, setelah masa keemasan itu, klub mengalami penurunan performa. Masalah keuangan, pergantian pelatih yang terlalu sering, serta hilangnya pemain kunci menyebabkan Once Caldas terpuruk di klasemen liga domestik. Pada tahun 2014, klub bahkan terancam terdegradasi ke divisi kedua, menimbulkan keprihatinan di kalangan pendukung.
Menanggapi krisis tersebut, dewan direksi Once Caldas meluncurkan program revitalisasi yang melibatkan tiga pilar utama: penguatan akademi muda, restrukturisasi keuangan, dan kolaborasi internasional. Akademi muda, yang dinamakan “Fábrica de Talentos”, kini menampung lebih dari 200 pemain berusia 12 hingga 20 tahun, dengan fokus pada pengembangan teknis dan mental. Sejumlah pemain muda, seperti Carlos Valencia dan Diego Rojas, telah dipromosikan ke tim utama dan menarik perhatian klub-klub Eropa.
Di sisi keuangan, klub mengadopsi model bisnis berbasis sponsor lokal dan penjualan merchandise digital, mengurangi ketergantungan pada dana pemerintah. Selain itu, Once Caldas menjalin kemitraan dengan klub-klub Asia, khususnya di Jepang dan Korea Selatan, untuk pertukaran pemain serta program pelatihan bersama.
Strategi terbaru yang menarik perhatian publik adalah penunjukan pelatih muda berbakat, Alejandro García, yang sebelumnya melatih tim cadangan. García membawa filosofi permainan menyerang yang menekankan kontrol bola dan transisi cepat. Sejak penunjukannya pada awal musim 2023/2024, tim utama Once Caldas telah mencatat tiga kemenangan beruntun, mengangkat posisi mereka ke peringkat lima dalam klasemen liga.
Berikut ini beberapa pencapaian utama Once Caldas dalam dekade terakhir:
- 2004: Menjuarai Copa Libertadores.
- 2009: Finisher di Copa Sudamericana.
- 2018: Menang 2–0 atas Junior pada pertandingan derby Manizales.
- 2022: Membuka akademi muda terintegrasi dengan fasilitas kebugaran modern.
- 2024: Memulai kolaborasi dengan klub Jepang, FC Tokyo, untuk program pertukaran pemain.
Para analis sepak bola menilai bahwa keberhasilan Once Caldas bukan semata-mata hasil kebetulan, melainkan hasil perencanaan jangka panjang yang mengedepankan keberlanjutan. Menurut mereka, kunci utama terletak pada kemampuan klub menggabungkan warisan sejarah dengan inovasi modern.
Meski tantangan masih banyak, harapan bagi Once Caldas semakin menguat. Pendukung setia klub, yang dikenal dengan sebutan “Los Leones”, terus mengisi stadion Estadio Palogrande dengan semangat yang tak pernah padam. Mereka berharap klub dapat kembali menorehkan prestasi di level internasional dan menginspirasi generasi muda Manizales untuk mengejar mimpi di dunia sepak bola.
Dengan fondasi yang kini lebih kuat, Once Caldas berada pada posisi yang tepat untuk melanjutkan kebangkitan. Perjalanan panjang yang telah dilalui, mulai dari masa-masa sulit hingga puncak kejayaan, menjadi bukti bahwa ketekunan, inovasi, dan dukungan komunitas dapat mengubah nasib sebuah klub.
