Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Pertamina Enduro memasuki Grand Final Proliga 2026 dengan tekad kuat dan kebijakan disiplin baru yang menargetkan pemain yang sering jajan di luar arena. Keputusan ini diambil setelah tim mencatat penurunan performa pada seri sebelumnya, terutama terkait kebugaran dan konsentrasi pemain. Kebijakan baru mencakup pengawasan ketat pola makan, larangan mengonsumsi makanan cepat saji di luar jam latihan, serta inspeksi nutrisi harian oleh staf medis.
Jadwal final berlangsung pada 24–26 April 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Lawan mereka, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, telah menunjukkan performa agresif selama fase grup, sehingga pertandingan diprediksi akan berlangsung ketat. Pertamina Enduro, yang berhasil mengamankan tiket final setelah menjuarai putaran kedua Final Four dengan skor 3-1 melawan Gresik, kini menyiapkan strategi yang lebih matang.
Pelatih Bulent Karslıoglu menekankan pentingnya pemulihan fisik dan penyesuaian beban latihan menjelang final. “Kami mengoptimalkan program nutrisi dan menegakkan aturan baru untuk memastikan setiap pemain berada dalam kondisi prima,” ujarnya. Selain itu, kapten tim, Tisya Amallya Putri, menegaskan kesiapan mental tim, dengan menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan sistem permainan yang telah dibangun sepanjang musim.
Salah satu pemain kunci yang dipersiapkan khusus untuk final adalah Megawati, pemain sayap yang dikenal dengan serangan cepat dan ketangguhan mental. Megawati telah menjalani program kebugaran intensif selama dua minggu terakhir, termasuk sesi latihan beban dan teknik serangan. “Megawati siap menjadi motor utama dalam menyerang, terutama pada set penentuan,” kata Werry Prayogi, Chef de Mission tim.
Penghargaan dari pihak sponsor, PT Pertamina (Persero), juga menjadi motivasi tambahan. Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, menyatakan bahwa capaian tim tidak lepas dari nilai disiplin, kerja sama, dan daya juang yang kuat. “Semangat tim sejalan dengan momentum Hari Kartini, di mana perempuan terus menunjukkan kiprahnya di bidang olahraga,” tambahnya.
Selain kebijakan makanan, tim juga memperketat kontrol penggunaan perangkat elektronik di luar jam latihan. Setiap pemain diwajibkan melaporkan aktivitas harian melalui aplikasi internal, yang membantu staf medis memantau kualitas tidur dan tingkat stres. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kelelahan yang sering muncul pada fase akhir kompetisi.
Statistik performa tim selama musim ini menunjukkan peningkatan signifikan pada serangan servis dan pertahanan blok. Pada Final Four, Pertamina Enduro mencatat rata-rata 22 poin per set, naik 3 poin dibandingkan rata-rata musim reguler. Keberhasilan ini mendapat sorotan media nasional, termasuk Republika, yang menyoroti konsistensi tim sejak 2013.
Dengan dukungan penuh dari sponsor, staf medis, dan manajemen, Pertamina Enduro menatap final sebagai kesempatan untuk menambah gelar juara, setelah sebelumnya mengukir kemenangan pada 2014, 2018, dan 2025. Fokus tim kini tertuju pada eksekusi taktik, pemanfaatan kekuatan Megawati di sayap, serta menjaga disiplin yang telah ditetapkan.
Jika semua elemen berjalan sesuai rencana, Pertamina Enduro berpotensi mengulang sejarah kejuaraan dan memperkuat posisi sebagai tim voli putri terkuat di Indonesia. Pertandingan final dijadwalkan akan menjadi sorotan utama bagi pecinta voli, mengingat kualitas permainan dan kebijakan disiplin baru yang menjadi ciri khas tim ini.
