Budi Djiwandono Jajal Kokpit Rafale di Lanud Roesmin Noerjadin, Riau – Simulasi Pertahanan Udara Terbaru

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Gerardus Budisatrio Djiwandono, atau yang lebih dikenal dengan Budi Djiwandono, melakukan kunjungan kerja ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (TNI AU) Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau, pada Senin (20/4/2026). Kunjungan ini tidak hanya bersifat inspeksi rutin, melainkan juga mencakup pengalaman langsung menguji kokpit pesawat tempur Rafale, salah satu platform udara tercanggih yang baru saja masuk dalam inventarisasi TNI AU.

Setibanya di lanud, Budi disambut hangat oleh Komandan Lanud Marsekal Pertama TNI Abdul Haris beserta jajaran perwira yang bertanggung jawab atas operasional pesawat. Dalam sambutan resmi, Komandan menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan militer untuk memastikan kesiapan pertahanan nasional. “Kunjungan Bapak sangat berarti bagi kami, terutama dalam meninjau langsung kemampuan sistem persenjataan modern seperti Rafale,” ujarnya.

Baca juga:

Setelah serangkaian briefing mengenai spesifikasi teknis, prosedur keselamatan, dan taktik operasional, Budi diberikan kesempatan untuk duduk di dalam kokpit simulasi Rafale. Momen tersebut kemudian dibagikan melalui akun Instagram pribadi Budi, menampilkan foto dirinya mengenakan headset, memegang kontroler, dan mengamati tampilan layar heads‑up display (HUD) yang menampilkan data kecepatan, ketinggian, serta status senjata.

Menurut Budi, pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata tentang kompleksitas pengoperasian pesawat generasi keempat. “Kita melihat betapa cepatnya teknologi militer berkembang. Kesiapan SDM, adaptasi terhadap sistem persenjataan modern, serta penguatan kapasitas operasional menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kedaulatan NKRI,” ujarnya dalam wawancara singkat setelah sesi simulasi.

Rafale, yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan Prancis Dassault Aviation, dikenal dengan kemampuan multi‑role yang mencakup superioritas udara, serangan darat, serta misi pengintaian. TNI AU mengakuisisi sejumlah unit Rafale sebagai bagian dari program modernisasi alutsista udara, menggantikan beberapa jenis pesawat lama yang sudah tidak memenuhi standar operasional modern.

Para ahli pertahanan menilai bahwa kehadiran Rafale akan memperkuat posture pertahanan udara Indonesia, terutama dalam mengamankan wilayah udara yang luas dan beragam. Dengan jangkauan tempur yang lebih jauh, kecepatan supersonik, serta sistem avionik canggih, pesawat ini diharapkan dapat menutup kesenjangan kemampuan antara Indonesia dan negara‑negara tetangga.

Selama kunjungan, Budi juga mengunjungi fasilitas perawatan dan pusat pelatihan pilot di lanud tersebut. Ia menyoroti pentingnya program pelatihan berkelanjutan untuk memastikan bahwa pilot Indonesia mampu mengoperasikan Rafale dengan optimal. “Investasi pada manusia sama pentingnya dengan investasi pada peralatan. Tanpa pilot yang terlatih, teknologi canggih sekalipun tidak akan memberikan hasil maksimal,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang dialog antara DPR dan TNI AU mengenai anggaran pertahanan, prioritas akuisisi alutsista, serta kebijakan keamanan regional. Budi menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan terus memantau pelaksanaan program modernisasi, termasuk proses integrasi Rafale ke dalam skema pertahanan udara nasional.

Di akhir acara, Budi mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Lanud Roesmin Nurjadin atas sambutan yang hangat serta kesempatan melihat secara langsung pesawat Rafale. “Pengalaman ini menegaskan komitmen kami untuk terus memperkuat pertahanan negara, baik melalui kebijakan legislatif maupun dukungan langsung kepada satuan militer,” tuturnya.

Kunjungan Budi Djiwandono ke Lanud Roesmin Noerjadin menandai langkah konkret dalam upaya sinergi antara lembaga legislatif dan militer. Dengan menempatkan diri di dalam kokpit Rafale, ia tidak hanya menambah pengetahuan pribadi, tetapi juga memperkuat pesan bahwa kesiapan pertahanan udara Indonesia menjadi prioritas bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *