Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Agustus 2026 | Dunia olahraga, khususnya dunia tinju, baru saja kehilangan salah satu talenta muda yang sangat berpotensi, Prichard Colón. Petinju asal Puerto Rico ini meninggal dunia pada usia 33 tahun setelah berjuang melawan cedera kepala yang dideritanya selama hampir 11 tahun.
Colón mengalami cedera kepala parah pada tahun 2015 ketika bertarung melawan Terrel Williams di Fairfax, Virginia. Ia menerima beberapa pukulan di bagian belakang kepala yang dikenal sebagai ‘golpes de conejo’ atau pukulan kelinci, yang menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki.
Sejak itu, Colón menjalani perjuangan panjang melawan cedera tersebut, termasuk 221 hari dalam kondisi koma dan proses rehabilitasi yang berkepanjangan. Meskipun upaya keras dari keluarga dan tim medis, Colón tidak pernah bisa pulih sepenuhnya dari cedera yang dialaminya.
Kabar meninggalnya Colón mendapat respons dari komunitas tinju Internasional, termasuk dari petinju legendaris seperti Jorge ‘Travieso’ Arce dan Saúl ‘Canelo’ Álvarez. Arce menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Colón dan menyerukan agar wasit dan organisasi tinju meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam olahraga ini.
Sementara itu, Canelo Álvarez dilaporkan telah membantu biaya pemakaman Colón sebagai bentuk solidaritas dengan keluarga yang ditinggalkan. Keluarga Colón telah mengumumkan rencana pemakaman yang akan diadakan di Winter Park, Florida, dan telah menerima dukungan dari berbagai pihak.
Dalam sebuah pernyataan, Gubernur Puerto Rico, Jenniffer González Colón, juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Colón dan mengumumkan hari berkabung untuk menghormati jasa dan dedikasi Colón terhadap olahraga tinju.
Prichard Colón akan selalu diingat sebagai seorang petinju berbakat yang hidupnya terpotong karena cedera yang dialaminya dalam ring tinju. Semoga kisahnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam dunia olahraga.
