Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Agustus 2026 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) masih bertahan di indeks MSCI Global Standard, bersama dengan delapan emiten lainnya. Keputusan ini diumumkan oleh MSCI Inc. pada Rabu (12/8/2026) dalam hasil rebalancing Agustus 2026. Dalam pengumuman tersebut, MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari indeks utamanya, yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Selain BRPT, delapan emiten lain yang masih bertahan di indeks MSCI Global Standard adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
MSCI juga mengumumkan perubahan pada MSCI Global Small Cap Index, dengan menambahkan CPIN yang sebelumnya berada di indeks utama. Sementara itu, sembilan saham Indonesia dikeluarkan dari indeks tersebut, termasuk PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Perubahan indeks ini akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026, dengan tanggal efektif pada 1 September 2026. MSCI akan mengumumkan hasil November 2026 Index Review pada 11 November 2026, yang akan berlaku efektif pada 1 Desember 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan saham Kamis (13/8/2026). IHSG sempat dibuka menguat ke posisi 6.388,23, namun kemudian terkoreksi cukup dalam menuju level 6.343,41. Mayoritas indeks saham acuan bergerak di zona merah, dengan pelemahan terdalam dipimpin oleh sektor consumer noncyclical, disusul oleh sektor kesehatan dan sektor barang baku (basic materials).
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan bahwa sejumlah saham menjadi sasaran utama pembelian investor asing, termasuk PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Sentimen positif juga datang dari hasil tinjauan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market.
IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan pada Kamis (13/8/2026), setelah ditutup naik 1,69% pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan tersebut juga disertai aksi beli bersih investor asing yang mencapai sekitar Rp483 miliar. BNI Sekuritas juga memberikan sejumlah ide perdagangan untuk investor, termasuk TPIA, BREN, DSSA, KOTA, BNBR, dan BIPI.
