Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 Agustus 2026 | Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI Prabowo Subianto terus membuatkan berita di kancah politik Indonesia. Baru-baru ini, Prabowo mendapat apresiasi dari Jokowi usai menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang Tahunan MPR. Setelah berpidato, Prabowo menyalami satu per satu Presiden dan Wapres terdahulu, termasuk Jokowi.
Prabowo awalnya memberi hormat kepada Jokowi, kemudian Jokowi balas memberi hormat. Setelah itu, keduanya terlihat bersalaman dan berbincang singkat. Jokowi juga terlihat memberikan gestur jempol kepada Prabowo. Kemudian, Prabowo lanjut menyalami Wapres ke-11 Boediono yang juga terlihat memberikan gestur jempol.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mengungkap julukan tujuh presiden Indonesia saat menyampaikan pidato dalam Sidang Bersama MPR-DPR-DPD 2026. Sultan menyebut, setiap presiden memiliki peran dan pencapaian yang menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Presiden pertama RI Soekarno disebut sebagai Bapak Proklamator, Presiden ke-2 RI Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid disebut sebagai Bapak Pluralisme, dan Jokowi disebut sebagai Bapak Infrastruktur.
Di lain pihak, Dokter Tifa yang merupakan tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo, mengajukan praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam petitumnya, Dokter Tifa meminta agar status terdakwanya dilepaskan, sebagaimana Hakim telah menyatakan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) batal demi hukum.
Menurut analis, persaingan antara Jokowi dan Megawati Sukarnoputri akan terus memanas, terutama dalam konteks pemilu 2029. Kaesang Pangarep, putra Jokowi, berencana untuk mencalonkan diri dalam pemilu 2029 di daerah pemilihan Central Java V, yang merupakan daerah yang telah diwakili oleh Puan Maharani, putri Megawati.
Kaesang yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dianggap sebagai salah satu tokoh yang akan memimpin partai tersebut dalam pemilu 2029. Dengan demikian, persaingan antara Jokowi dan Megawati akan semakin sengit, terutama dalam konteks perebutan kekuasaan di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jokowi telah berhasil membangun basis kekuasaan yang kuat, terutama melalui partai-partai yang bersekutu dengannya. Namun, Megawati yang merupakan salah satu tokoh senior di Indonesia, tidak akan mudah untuk dikalahkan. Ia telah membangun basis kekuasaan yang kuat selama beberapa dekade, terutama melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Di akhir tahun 2020-an, persaingan antara Jokowi dan Megawati akan semakin memanas, terutama dalam konteks pemilu 2029. Kaesang yang merupakan putra Jokowi, dianggap sebagai salah satu tokoh yang akan memimpin partai-partai yang bersekutu dengan Jokowi dalam pemilu 2029. Dengan demikian, persaingan antara Jokowi dan Megawati akan semakin sengit, terutama dalam konteks perebutan kekuasaan di Indonesia.
Kesimpulan, persaingan antara Jokowi dan Megawati akan terus memanas, terutama dalam konteks pemilu 2029. Kaesang yang merupakan putra Jokowi, dianggap sebagai salah satu tokoh yang akan memimpin partai-partai yang bersekutu dengan Jokowi dalam pemilu 2029. Dengan demikian, persaingan antara Jokowi dan Megawati akan semakin sengit, terutama dalam konteks perebutan kekuasaan di Indonesia.
