Forest City Malaysia: Dari Kota Impian Menjadi Sarang Penipu

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Agustus 2026 | Forest City di Malaysia, sebuah proyek ambisius senilai $100 miliar yang dikembangkan oleh pengembang China, awalnya dipromosikan sebagai “surga impian bagi seluruh umat manusia”. Namun, satu dekade setelah proyek ini dimulai, Forest City kini terlihat sepi dan sunyi, dengan hanya sekitar 1% dari target penduduk yang menghuninya.

Sekarang, Forest City telah menjadi sarang bagi sindikat penipu. Polisi Malaysia baru-baru ini menggerebek dua operasi penipuan di Forest City, menangkap 335 orang yang terlibat dalam penipuan investasi dan penipuan percintaan yang menargetkan korban di luar negeri.

Baca juga:

Menurut analis TRM Labs, John Wojcik, Forest City mencerminkan kondisi yang menjadi target kejahatan terorganisir selama bertahun-tahun. Lokasi yang dipasarkan sebagai kota pintar, bergengsi, dan mewah ini tidak pernah terwujud, sehingga menjadi tempat ideal bagi penipu untuk beroperasi.

Seorang penghuni Forest City, Kevin, mengatakan bahwa para penipu masih beroperasi di kondominium dan apartemen berlayanan di kompleks tersebut. Ia mengatakan bahwa sindikat penipuan sangat umum di kota Johor dan Kuala Lumpur, tetapi Forest City adalah lokasi yang sangat istimewa bagi penipu.

Forest City dirancang untuk menampung sekitar 700.000 penduduk, namun kini hanya sekitar 9.000 orang yang menghuninya. Deretan gedung pencakar langit menjulang di atas jalan-jalan yang sunyi, dan apartemen yang kosong tertutup lapisan debu.

Jason Deng, investor yang membeli lima properti di Forest City pada 2016, mengatakan bahwa ia merasa kecewa dengan kondisi Forest City saat ini. Ia mengatakan bahwa jika ia tahu Forest City tidak akan menjadi seperti yang dijanjikan, ia tidak akan membeli begitu banyak apartemen.

Kesimpulan, Forest City Malaysia yang awalnya dipromosikan sebagai kota impian kini telah berubah menjadi sarang penipu. Kondisi sepi dan sunyi di Forest City telah menjadi tempat ideal bagi sindikat penipu untuk beroperasi, dan pemerintah Malaysia harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *