TNI AL Perketat Pengawasan di Perairan Kepri dan Musnahkan 1,3 Ton Narkotika

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Agustus 2026 | TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperketat pengawasan di perairan Kepulauan Riau (Kepri) untuk mencegah penyelundupan narkotika dan barang ilegal lainnya. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengatakan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan terhadap penyelundupan narkoba, tetapi juga berbagai komoditas dan barang ilegal yang berpotensi masuk atau keluar melalui jalur laut.

Baru-baru ini, TNI AL berhasil menyita 1,3 ton narkotika jenis ketamin dari kapal MV King Sun yang berbendera Tanzania di perairan utara Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Narkotika tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomis sekitar Rp2,6 triliun hingga Rp4,5 triliun dan diperkirakan menyelamatkan 13 juta jiwa dari penggunaan obat terlarang.

Baca juga:

Delapan anak buah kapal (ABK) MV King Sun telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang menjalani proses hukum. Mereka kini ditahan di Polresta Barelang. TNI AL juga telah merampungkan pengeboran air bersih di Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara, yang sebelumnya sulit mendapatkan air bersih.

TNI AL juga berpartisipasi dalam latihan angkatan laut bersama Tiongkok di perairan sebelah timur Taiwan. Namun, TNI AL menegaskan bahwa latihan tersebut tidak berorientasi tempur dan merupakan bagian dari kerja sama serta hubungan baik antarnegara.

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia juga akan tiba di Indonesia pada pekan ketiga September 2026, dengan diawaki oleh TNI AL dan AL Italia. Ini menunjukkan kerja sama yang erat antara TNI AL dengan angkatan laut lainnya di dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, TNI AL telah menggagalkan penyelundupan 5,3 ton narkoba dan 849,74 ton sumber daya tambang, dengan nilai total diperkirakan Rp30,3 triliun. Ini menunjukkan bahwa TNI AL sangat serius dalam menjaga keamanan dan keselamatan di perairan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *