Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Agustus 2026 | Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berupaya mendorong kenaikan harga jual tembakau rajangan kering di daerah tersebut. Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menjalin komunikasi dengan beberapa perusahaan rokok, termasuk Sampoerna dan Gudang Garam, untuk membantu meningkatkan harga jual tembakau petani setempat.
Saat ini, harga jual tembakau rajangan kering di Bojonegoro sekitar Rp40 ribu per kilogram. Bupati Setyo Wahono berharap bahwa jika pabrikan rokok mengambil lebih banyak tembakau dari Bojonegoro, maka harga jual tembakau tersebut akan meningkat.
Bojonegoro memiliki potensi bagus untuk tanaman tembakau, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ingin membangkitkan kembali tanaman tembakau di daerah tersebut serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) termasuk dalam daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 2026. Perusahaan ini memiliki pendapatan minimal Rp12,31 triliun berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025.
Di pasar saham, harga saham GGRM berbalik arah melemah pada sesi kedua perdagangan saham. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa harga saham GGRM melemah karena aksi ambil untung setelah menguat signifikan.
Di lain pihak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghentikan pola penjualan garam krosok ke luar daerah melalui program hilirisasi. Program Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR) bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah pengolahan garam dan pendapatan petambak garam.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petambak garam dan memberikan nilai tambah pada produk garam. Dengan demikian, diharapkan bahwa perekonomian masyarakat pesisir dapat meningkat.
