Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 09 Agustus 2026 | Rachmat Irianto, pemain Persebaya Surabaya, baru saja meraih gelar juara Piala Presiden 2026 bersama timnya. Namun, di balik kegembiraan tersebut, terdapat kisah haru yang mendalam. Irianto mengenakan kaus hitam bergambar wajah almarhum ayahnya, Bejo Sugiantoro, lengkap dengan tulisan “Legend”. Bejo, yang merupakan legenda Bajul Ijo dan ayah kandung Irianto, telah meninggal dunia pada Februari tahun lalu.
Melalui aksinya tersebut, Irianto seolah mendedikasikan momen bersejarah ini untuk sang ayah. Seusai pertandingan, Irianto mengunggah sebuah foto di akun Instagram pribadinya, bukan foto dia mengangkat trofi Piala Presiden atau momen-momen merayakan keberhasilan bersama rekan satu tim, melainkan fotonya dengan sang ayah saat bersama-sama di Persebaya.
Irianto dirangkul ayahnya, keduanya tersenyum bahagia. Foto itu diambil pada musim 2018/2019, ketika Irianto sebagai pemain, sementara sang ayah berada di jajaran staf kepelatihan. Bersama unggahan tersebut, Irianto menyampaikan rasa terima kasih kepada sosok yang telah mengenalkannya kepada sepak bola sekaligus menjadi inspirasi terbesar dalam hidupnya.
“Saya datang, saya berucap, saya tepati. Persebaya juara yah,” tulis Irianto, disertai emoji hati berwarna hijau, warna kebanggaan Persebaya. Kalimat sederhana itu terasa begitu dalam, mencerminkan janji yang pernah dibuatnya kepada sang ayah untuk membawa Persebaya berprestasi, dalam hal ini kembali menjadi juara.
Rachmat Irianto sendiri sebenarnya sudah berhasil membawa Persebaya juara ketika dia menjadi bagian tim mengangkat trofi Liga 2 Indonesia 2017 sekaligus mengembalikan timnya ke kasta tertinggi. Kala itu, usianya masih 18 tahun. Kini, dengan gelar Piala Presiden 2026, Irianto telah menunjukkan bahwa ia tetap menjadi bagian penting dari kesuksesan Persebaya.
Persebaya Surabaya memenangi Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dengan skor 6-5 usai bermain imbang 1-1 hingga 120 menit. Kemenangan ini merupakan bukti bahwa Persebaya memiliki kemampuan dan semangat untuk meraih kesuksesan di level tertinggi.
Dalam perayaan kemenangan, Irianto tidak terbawa suasana euforia, melainkan memilih untuk mengenang sang ayah. Ia memperlihatkan kedisiplinan dan ketenangan, mencerminkan kepribadian yang dewasa dan penuh hormat. Sikap ini mencerminkan semangat fair play dan rasa hormat tinggi Irianto kepada Persib Bandung, klub yang kalah dalam laga final tersebut dan merupakan mantan timnya selama tiga tahun sejak 2022.
Kisah Rachmat Irianto dan Persebaya Surabaya dalam Piala Presiden 2026 merupakan contoh nyata tentang bagaimana sepak bola dapat menyatukan orang-orang dan menginspirasi mereka untuk meraih kesuksesan. Dengan dedikasi, kerja keras, dan semangat yang kuat, tim dapat mencapai tujuan mereka dan membuat kenangan yang tak terlupakan.
Kemenangan Persebaya Surabaya dalam Piala Presiden 2026 juga membuktikan bahwa tim ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tim terkuat di Indonesia. Dengan pemain-pemain berpengalaman seperti Rachmat Irianto dan semangat juang yang tinggi, Persebaya siap untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya dan meraih kesuksesan lebih lanjut.
