Indeks LQ45 Diprediksi Tumbuh pada Semester II 2026

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Agustus 2026 | Analis Senior Divisi Riset Bursa Efek Indonesia (BEI) Fikrian Naufal Hardiatmojo memaparkan bahwa indeks LQ45 memiliki potensi untuk tumbuh pada semester II 2026. Hal ini bergantung pada perkembangan kondisi makroekonomi dan fundamental masing-masing emiten, termasuk arah tensi geopolitik serta perekonomian global yang dapat memengaruhi aktivitas usaha perusahaan.

Menurut Fikrian, meredanya ketidakpastian dan normalisasi volatilitas dapat memberikan kondisi yang lebih kondusif bagi perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini. Pendapatan perusahaan tercatat yang masuk dalam data BEI tumbuh 11,41 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, sedangkan laba bersih meningkat 31,67 persen.

Baca juga:

Secara sektoral, pertumbuhan laba bersih tertinggi dalam kelompok LQ45 berasal dari sektor barang baku sebesar 258,85 persen, disusul transportasi dan logistik 101,42 persen serta keuangan 39,89 persen. Fikrian mengingatkan kinerja sektoral dalam LQ45 tidak dapat langsung dibandingkan dengan pertumbuhan sektor ekonomi secara keseluruhan karena indeks tersebut hanya mencakup sejumlah emiten terpilih.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat di tengah pelaku pasar menantikan rilisnya data Non-Farm Payroll (NFP) atau ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). IHSG ditutup menguat 65,94 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.409,65. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,43 poin atau 1,49 persen ke posisi 640,29.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menuturkan bahwa katalis utama kenaikan IHSG berasal dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 sebesar 5,29% YoY, yang melampaui ekspektasi konsensus. Ia menambahkan, kenaikan harga tembaga dan emas memberikan sentimen positif bagi saham-saham pertambangan mengingat bobot sektor komoditas cukup besar di IHSG.

Kesimpulan, indeks LQ45 memiliki potensi untuk tumbuh pada semester II 2026, dengan pertumbuhan laba bersih tertinggi dalam kelompok LQ45 berasal dari sektor barang baku. IHSG juga ditutup menguat di tengah pelaku pasar menantikan rilisnya data Non-Farm Payroll (NFP) atau ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *