Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Agustus 2026 | Pertarungan kekuasaan di dunia sepak bola semakin memanas. UEFA, yang dipimpin oleh Aleksander Čeferin, semakin intens dalam menantang kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA. Konflik ini dimulai dengan rencana FIFA untuk menjual hak komersial Piala Dunia, yang ditentang oleh UEFA dan akhirnya dibatalkan.
Čeferin, yang dikenal sebagai lawan keras Infantino, telah menjadi tokoh kunci dalam menentang berbagai inisiatif FIFA. Ia juga telah meminta agar Infantino mengundurkan diri sebagai presiden FIFA. Sementara itu, Infantino berusaha untuk mempertahankan posisinya dengan mengadakan pertemuan darurat dengan pejabat tinggi FIFA.
Luis Figo, mantan pemain sepak bola Real Madrid dan Barcelona, juga telah bergabung dalam menentang Infantino. Ia menyerang Infantino karena rencana penjualan hak komersial Piala Dunia, yang dianggap tidak transparan dan merugikan kepentingan sepak bola. Figo bahkan meminta Infantino untuk mengundurkan diri.
Pertarungan kekuasaan ini telah menyebabkan ketidakstabilan di dunia sepak bola. Banyak pihak yang berkepentingan dalam konflik ini, termasuk federasi sepak bola nasional dan klub-klub besar. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang adil dan transparan untuk mengakhiri konflik ini dan memulihkan kepercayaan dalam dunia sepak bola.
Kesimpulan dari konflik ini adalah bahwa pertarungan kekuasaan di dunia sepak bola telah mencapai titik yang sangat kritis. Čeferin dan UEFA telah menjadi lawan keras Infantino, dan Figo telah bergabung dalam menentangnya. Diperlukan solusi yang adil dan transparan untuk mengakhiri konflik ini dan memulihkan kepercayaan dalam dunia sepak bola.
