Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat produksi minyak 59,3 ribu barel per hari dan gas 621 MMSCFD pada semester I-2026, masing-masing mencapai 116,1 persen dan 105,4 persen target RKAP.
Realisasi produksi minyak dan gas tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PHI, Muharram Jaya Pangurinseng, dalam Town Hall Meeting pada Kamis, 30 Juli 2026.
PHI berhasil mencatatkan sejumlah milestone penting dari proyek-proyek utama di lingkungan perusahaan, di antaranya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menyelesaikan pemasangan topside Proyek Manpatu pada akhir Mei 2026 dan keberhasilan onstream platform keempat Proyek Sisi Nubi AOI pada Juni 2026.
Sementara itu, PEP Sangasanga Field berhasil mengebor sumur pengembangan NKL-1183. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menerapkan inovasi Through Tubing Electric Submersible Pump (TTESP) pada awal Februari 2026 yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga 150 persen.
Namun, kelangkaan BBM subsidi masih terjadi di beberapa daerah, termasuk di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Warga harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM, bahkan beberapa di antaranya beralih ke BBM nonsubsidi.
Menurut Sales Branch Manager ll Fuel Kalimantan PT Pertamina Putra Niaga, Lucky Haryanto, penambahan kuota Pertamax di Kobar sedang diusulkan untuk menambah ketersediaan BBM nonsubsidi.
Di sisi lain, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, melakukan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah fasilitas strategis Pertamina di Jakarta untuk memastikan keandalan operasi perusahaan.
Iriawan menekankan pentingnya aspek keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lindungan lingkungan (HSSE) sebagai budaya kerja, bukan sekadar bentuk kepatuhan administratif.
Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, menilai bahwa kinerja Pertamina masih belum memuaskan, terutama dalam hal distribusi BBM.
Misban menyarankan pemerintah memberikan sanksi tegas kepada Pertamina jika kembali terjadi kelangkaan BBM, salah satunya dengan pemotongan gaji bagi jajaran perusahaan.
Kelangkaan BBM subsidi dan kinerja Pertamina masih menjadi isu yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dan perusahaan untuk memastikan ketersediaan energi yang cukup dan merata di Indonesia.
