Kemensos Berikan Bantuan Sosial Bagi Keluarga Prasejahtera, Sekolah Rakyat Jadi Prioritas

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial. Salah satu prioritas Kemensos adalah pendirian Sekolah Rakyat, yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa Kemensos tidak bisa bekerja sendirian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah daerah bekerja sama untuk mendukung kesuksesan program ini, mulai dari tahap pengusulan lahan, pembangunan fisik, hingga penyelenggaraan pembelajaran.

Baca juga:

Agus Jabo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menggagas Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan. Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat menjadi jalan untuk menggraduasi saudara-saudara kita yang miskin melalui jalur pendidikan.

Di Kuantan Singingi (Kuansing) dan Polewali Mandar, proses pembangunan Sekolah Rakyat sudah berjalan, sementara di Probolinggo masih dalam proses pengusulan lahan. Plt Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Muklisin memaparkan bahwa progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di wilayahnya telah mencapai 90 persen.

Selain itu, Kemensos juga melakukan penyaluran bantuan sosial lainnya, seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). Penyaluran bantuan ini ditargetkan rampung secara merata pada bulan Agustus.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan distribusi saat ini bergerak aktif di lapangan demi mengejar target penuntasan. Ia juga menjelaskan bahwa perubahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari dinamika kependudukan hingga perubahan status ekonomi penerima manfaat.

Kemensos juga mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara penyaluran bantuan sosial bagi 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan transaksi judi online. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pihak Kemensos tidak langsung mencabut kepesertaan secara sepihak, melainkan melakukan penelusuran secara cermat.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kemensos terus berupaya meningkatkan efektifitas program bantuan sosial dan melakukan penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat dari program bantuan sosial dan dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *