Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) menampilkan kemampuan tempur gabungan tiga matra dalam skenario Operasi TNI Terintegrasi 2026 di Daerah Latihan TNI Angkatan Laut, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Latihan ini melibatkan 12.987 personel dari tiga matra TNI dan bertujuan meningkatkan kesiapan operasional, memperkuat interoperabilitas antarmatra, serta mengoptimalkan kemampuan komando dan pengendalian dalam menghadapi berbagai ancaman.
Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta para Kepala Staf Angkatan. Dalam skenario latihan, operasi diawali dengan pertahanan udara oleh TNI Angkatan Udara yang mengerahkan pesawat tempur Rafale dan F-16 dengan muatan bom MK-82.
Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan koordinasi lintas sektor yang difasilitasi Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi kunci percepatan penyelesaian berbagai hambatan dalam pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. KSP memastikan setiap arahan Presiden diterjemahkan menjadi program yang dapat dilaksanakan, dipantau perkembangannya, dan diselesaikan apabila menghadapi kendala di lapangan.
Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) merupakan salah satu satuan elite di lingkungan TNI Angkatan Darat yang memiliki peran penting dalam sistem pertahanan Indonesia. Kostrad dipimpin oleh Panglima Kostrad atau Pangkostrad yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Staf Angkatan Darat.
Menhan dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mendapat penganugerahan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI AL di Pantai Todak, Puslatpurmar 9 Dabo Singkep, Kabupaten Linggar, Kepulauan Riau. Penganugerahan dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.
Dalam pelaksanaan Latihan Terintegrasi TNI 2026, TNI menampilkan kemampuan tempur gabungan tiga matra, termasuk operasi khusus dan peperangan siber. Hasil latihan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden RI selaku Panglima Tertinggi.
Kesiapan TNI dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan negara telah terbukti melalui latihan terintegrasi ini. Dengan demikian, TNI siap menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kesimpulan dari latihan ini adalah TNI AD telah menunjukkan kemampuan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai ancaman, sehingga TNI AD siap menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
