Pemakaman Massal 112 Jenazah di Gaza, Keluarga Menanti Hampir 3 Tahun

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | Lebih dari 100 warga Palestina yang jenazahnya tertimbun reruntuhan selama hampir tiga tahun akhirnya dimakamkan di Kota Gaza. Prosesi tersebut menjadi salah satu pemakaman massal terbesar di Gaza sejak perang Israel di wilayah itu dimulai.

Ribuan orang berkumpul pada Selasa untuk memakamkan 112 anggota keluarga Abu Sharia dan al-Hasayna. Jenazah mereka ditemukan oleh tim penyelamat di lokasi serangan Israel pada November 2023 di kawasan Sabra.

Baca juga:

Menurut pejabat Palestina, serangan pada 22 November 2023 itu menewaskan 308 anggota kedua keluarga tersebut, termasuk 40 anak-anak, 30 perempuan, dan tujuh penyandang disabilitas. Tim penyelamat baru-baru ini berhasil mengevakuasi lebih dari 100 jenazah dari lokasi tersebut.

Setelah penemuan itu, keluarga korban akhirnya dapat menggelar salat jenazah dan pemakaman. Pihak berwenang Palestina menyebut sekitar 157 orang masih belum ditemukan. Mereka diperkirakan masih tertimbun reruntuhan atau belum diketahui keberadaannya.

Deretan peti jenazah berselimut bendera Palestina diarak melintasi Kota Gaza, disaksikan para pelayat yang datang mengikuti prosesi pemakaman. Spanduk-spanduk besar bergambar para korban juga dibentangkan, disertai seruan agar perang Israel di Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 segera dihentikan.

Pertahanan Sipil Palestina di Gaza menyebut prosesi tersebut sebagai salah satu pemakaman terbesar yang pernah digelar di wilayah itu selama perang. Juru bicara Pertahanan Sipil Palestina, Mahmoud Basal, menulis di platform X bahwa Gaza akan menghadapi pemandangan yang tak biasa dan menyakitkan.

Sementara itu, di Indonesia, terjadi beberapa kasus kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa. Dua pendaki gunung Piramid Bondowoso ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang kontak selama 2 hari. Proses evakuasi kedua jenazah dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu berbeda.

Korban kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan Sumenep, Jawa Timur, juga telah ditemukan. Jenazah korban telah dipulangkan ke Sumbar dan dimakamkan.

Nurul Izza, seorang mahasiswi yang selamat dari kebakaran kapal Mutiara Sentosa 2, kehilangan ibunya dalam tragedi tersebut. Ia pingsan ketika jenazah ibunya tiba di rumah duka.

Kesimpulan, pemakaman massal 112 jenazah di Gaza menandai akhir dari penantian panjang keluarga korban. Sementara itu, di Indonesia, kasus kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa masih terus terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *