Indonesia Lanjutkan Impor Minyak Mentah dari Rusia, Bahlil Siapkan Kontrak Jangka Panjang

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | Indonesia melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia setelah tahap pertama terlaksana dan tahap kedua berjalan. Pemerintah menyiapkan kontrak jangka panjang serta menugaskan Lemigas menjalankan kontrak dan proses impor.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tidak merinci volume minyak yang sudah masuk pada tahap pertama. Dia mengaku tidak mengingat jumlahnya.

Baca juga:

Pemerintah melakukan impor minyak dari Rusia secara langsung melalui skema antarpemerintah (Government to Government/G2G). Pemerintah menugaskan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk melaksanakan kontrak dan proses impor tersebut.

Bahlil baru saja melantik Muhammad Iksan Kiat sebagai Kepala Lemigas setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (plt). Dia mendapat mandat menjalankan pengadaan migas untuk kepentingan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain menjalankan tugas pengadaan migas, Bahlil meminta Lemigas meningkatkan produktivitas kerja. Menurut dia, lembaga tersebut juga tetap bertanggung jawab memastikan kualitas minyak serta menjalankan fungsi teknis lainnya.

Oleh karena itu, dia meminta Kepala Lemigas segera melakukan konsolidasi internal agar target kinerja yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai rencana.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah mengamankan komitmen pasokan minyak dari Rusia hingga 150 juta barel untuk tahun ini.

Kebijakan impor ini mengemuka di tengah tekanan neraca perdagangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2026 mencatatkan defisit sebesar USD 450 juta.

Defisit neraca perdagangan Juni dipicu oleh sektor migas yang masih membukukan defisit hingga USD 3,49 miliar, meski angka ini membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 3,76 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menegaskan bahwa pengadaan minyak mentah dari Rusia dilakukan oleh negara, bukan PT Pertamina. Lemigas ditugaskan melaksanakan kontrak dan proses impor minyak dari Rusia.

Bahlil menyebut Indonesia menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia tidak akan mengatur negara lain, tetapi juga tidak ingin kebijakannya ditentukan oleh pihak lain.

Dia menegaskan independensi dalam pengadaan energi perlu dijaga sebagai bagian dari kepentingan nasional.

Kesimpulan, impor minyak mentah dari Rusia merupakan langkah strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Dengan menandatangani kontrak jangka panjang, Indonesia dapat memastikan pasokan minyak yang stabil dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *