Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Agustus 2026 | Ribuan orang memadati jalanan kota Milan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada legenda sepak bola Italia, Franco Baresi. Baresi meninggal dunia pada usia 66 tahun setelah berjuang melawan gangguan kesehatan.
Baresi dikenal luas sebagai salah satu pemain bertahan terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Selama kariernya yang gemilang, ia menjabat sebagai kapten AC Milan selama 15 musim, mencatatkan total 719 penampilan dan menyumbangkan 33 gol bagi klub berjuluk Rossoneri tersebut.
Kesetiaan Baresi di San Siro membuahkan kesuksesan luar biasa. Ia berhasil mempersembahkan 18 trofi bergengsi bagi Milan, yang meliputi tiga European Cup dan enam Scudetto. Di level internasional, Baresi mengoleksi 81 caps bersama tim nasional Italia dan merupakan bagian dari skuad Azzurri yang menjuarai Piala Dunia 1982.
Salah satu momen paling ikonik dalam kariernya adalah saat ia tampil sebagai kapten di final Piala Dunia 1994 melawan Brasil, meski akhirnya Italia harus kalah melalui adu penalti. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya, AC Milan mempensiunkan nomor punggung 6 miliknya segera setelah ia gantung sepatu.
Upacara pemakaman yang berlangsung khidmat di Basilika Sant’Ambrogio tersebut dihadiri oleh deretan tokoh besar sepak bola, termasuk Paolo Maldini, Roberto Baggio, Alessandro Costacurta, Marco van Basten, dan Clarence Seedorf. Mereka semua hadir untuk melepas kepergian rekan sekaligus mentor mereka.
Di luar gereja, ribuan suporter memberikan tepuk tangan tanpa henti selama enam menit sebagai penghormatan terakhir kepada Baresi. Syal merah-hitam terangkat tinggi, sementara nyanyian “Un capitano, c’è solo un capitano” dan “Sei per sempre” menggema di sekitar basilika.
Kematian Baresi telah meninggalkan kesedihan yang mendalam di kalangan pecinta sepak bola Italia dan dunia. Namun, warisan yang ia tinggalkan akan terus hidup melalui kenangan dan prestasi yang ia capai selama kariernya yang luar biasa.
