Otoritas Jasa Keuangan: Stabilitas Sektor Keuangan Terjaga Meski Gejolak Global

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Agustus 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meski dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan premi risiko global.

Menurut Friderica, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3% akibat perang berkepanjangan. Namun, investasi di bidang kecerdasan buatan dinilai masih menjadi faktor yang dapat menopang prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca juga:

Di sisi lain, kebijakan Amerika Serikat yang memberlakukan tarif baru terhadap 60 negara mitra dagang turut menambah tekanan di pasar global. Kombinasi kenaikan harga energi dan kebijakan tarif tersebut membuat premi risiko global tetap tinggi sehingga volatilitas harga komoditas diperkirakan masih akan berlanjut.

Friderica juga menyoroti adanya perbedaan kondisi ekonomi di berbagai negara. Aktivitas manufaktur di negara maju mulai menunjukkan perbaikan yang lebih kuat, sementara pertumbuhan sektor manufaktur di negara berkembang masih relatif terbatas. Di AS, inflasi mulai melandai dengan aktivitas ekonomi yang tetap stabil. Sementara ekonomi China pada kuartal II 2026 mencatat laju pertumbuhan terendah sejak akhir 2022.

Adapun di Eropa dan Inggris, inflasi juga menunjukkan tren penurunan. Sementara itu, industri pinjaman daring (pindar) atau pinjol di Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan. Nilai outstanding pembiayaan masyarakat melalui platform ini menembus Rp 105,14 triliun pada Juni 2026, naik sekitar Rp 1,41 triliun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di Rp 103,73 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengungkap bahwa secara persentase pinjol pada Juni 2026 tumbuh sebesar 25,88% secara tahunan atau year on year (yoy). Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP 90) tercatat pada level 4,26%.

Industri pergadaian juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Penyaluran pembiayaan pada Juni 2026 meningkat 54,47% menjadi Rp162,26 triliun. Dari total pembiayaan tersebut, produk gadai masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp136,28 triliun atau setara 84,36% dari keseluruhan pembiayaan.

OJK juga berupaya dalam pengembangan dan penguatan di sektor Pembiayaan, Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Salah satunya melalui penerbitan Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penilaian Kualitas Piutang Pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Dalam kesimpulan, OJK memantau kondisi sektor jasa keuangan di Indonesia dan berupaya untuk menjaga stabilitasnya. Meski gejolak global masih terjadi, OJK yakin bahwa sektor jasa keuangan di Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *