Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 04 Agustus 2026 | Klub sepak bola River Plate dari Argentina tengah menghadapi krisis yang dalam. Setelah kekalahan dari Rosario Central dengan skor 0-1, suporter River Plate memprotes dengan menggelar aksi di stadion Monumental. Mereka menuntut perubahan besar-besaran, termasuk penggantian pelatih dan manajemen tim.
Keputusan untuk memecat Marcelo Gallardo sebagai pelatih pada awal tahun 2026 tampaknya tidak membawa hasil yang diharapkan. Eduardo Coudet, yang menggantikan Gallardo, belum mampu membalikkan keadaan. River Plate kini terjerat dalam rangkaian kekalahan, termasuk kekalahan dari rival abadi, Boca Juniors.
Suporter River Plate, yang dikenal sebagai Millonarios, sangat kecewa dengan performa tim. Mereka menyanyikan yel-yel yang mencolok, termasuk seruan untuk kembalinya Ramon Diaz, pelatih bersejarah yang pernah berhasil bersama River Plate. Diaz memiliki rekam jejak yang gemilang bersama River Plate, dengan tujuh gelar domestik dan dua gelar kontinental, termasuk Copa Libertadores pada tahun 1996.
Di sisi lain, Rosario Central, yang mengalahkan River Plate, terus menunjukkan performa yang baik. Mereka kini berada di posisi ketujuh di klasemen Liga Profesional Argentina, sementara River Plate terjebak di dasar klasemen.
Krisis River Plate bukan hanya terkait dengan performa di lapangan, tetapi juga dengan manajemen tim. Suporter menuntut perubahan besar-besaran, termasuk penggantian manajemen yang dianggap tidak kompeten. Mereka juga menyerukan pemecatan beberapa pemain yang dianggap tidak berkontribusi pada tim.
Dalam situasi yang semakin memburuk, River Plate harus segera menemukan solusi untuk mengatasi krisis ini. Mereka perlu memperbaiki performa di lapangan, memperkuat manajemen tim, dan memenangkan kembali kepercayaan suporter.
