Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Agustus 2026 | Pasar saham Korea Selatan (Korsel) baru-baru ini mengalami guncangan hebat setelah nilai kapitalisasi pasarnya merosot hingga 2,18 triliun dolar AS, dengan indeks acuan KOSPI sempat terperosok hingga 12,6 persen sebelum ditutup melemah 6 persen. Namun, bursa Korsel secara mengejutkan berbalik melesat tajam pada Jumat (31/7/2026). Indeks KOSPI melonjak 14 persen sekaligus mencetak rekor kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah berkat pemulihan drastis saham SK Hynix dan Samsung Electronics.
Penyebab kenaikan ini antara lain adalah penguatan saham teknologi Amerika Serikat (AS) setelah laporan keuangan Microsoft, Amazon, dan Meta memicu optimisme akan keberlanjutan investasi infrastruktur AI. Kepercayaan pasar juga kian terdongkrak oleh langkah Ketua SK Group, Chey Tae-won, yang memborong saham SK Hynix. Investor asing menjadi penggerak utama aksi beli ini, sementara penutupan posisi short dan rebalansing otomatis dana exchange-traded fund (ETF) berleverasi makin memperkuat reli.
Sebelumnya, Korea mengalami kerugian besar di bulan Juli, dengan sekitar 1,2 juta akun ritel menerima margin call, dan kerugian sekitar KRW 2,15 triliun (sekitar Rp 12.000 miliar) dalam waktu sebulan. Ini menunjukkan betapa volatilnya pasar saham Korea dan bagaimana investasi berleverasi dapat berdampak besar pada investor.
Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah Korea Selatan menyiapkan pengetatan ETF berleverasi, termasuk batas investasi individu 20 persen portofolio, kenaikan biaya transaksi, simulasi perdagangan, serta payung hukum untuk stabilisasi darurat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memulihkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar.
Kenaikan KOSPI ini juga mempengaruhi pasar global. Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang naik 4 persen, sementara di Eropa, indeks DAX Jerman dan CAC 40 Perancis juga meningkat. Ini menunjukkan bagaimana pergerakan pasar saham Korea dapat memiliki dampak yang luas pada pasar global.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham dunia mengalami fluktuasi yang cukup besar, terutama setelah laporan keuangan beberapa perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Amazon. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran teknologi dalam mempengaruhi pasar saham saat ini.
Untuk investor, kenaikan KOSPI ini bisa menjadi pertanda bahwa pasar mulai pulih dari kerugian sebelumnya. Namun, penting untuk tetap waspada dan melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.
