Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Juli 2026 | FBI Director Kash Patel kehilangan gugatan pencemaran nama baiknya terhadap seorang blogger yang menyebutnya ‘googly-eyed Kremlin bitch’ dan ‘chud’. Hakim Andrew Gordon memutuskan bahwa Nevada tidak memiliki yurisdiksi atas terdakwa, dan Patel tidak memiliki ‘yurisdiksi pribadi’ atas konten online blogger tersebut.
Gugatan ini berasal dari keluhan yang diajukan Patel pada Juni 2023, ketika dia menuduh blogger Jim Stewartson secara terus-menerus mencemarkan namanya. Stewartson awalnya mengabaikan gugatan tersebut, yang menyebabkan Patel memenangkan putusan default sebesar $250.000 pada Agustus 2025.
Stewartson kemudian memutuskan untuk melawan putusan tersebut, dengan menyatakan bahwa Patel adalah ‘googly-eyed Kremlin bitch’ dan ‘chud’. Dalam tanggapannya, Stewartson menyangkal tuduhan bahwa dia telah mencemarkan nama baik Patel dan menyatakan bahwa komentarnya tentang Patel adalah pendapat yang dilindungi oleh Konstitusi.
Hakim Gordon memutuskan bahwa Stewartson tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Nevada, dan oleh karena itu, pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas dirinya. Dalam putusannya, hakim juga menyebutkan bahwa Stewartson telah menggunakan kata ‘googly-eyed Kremlin bitch’ untuk menggambarkan Patel, yang menurut Stewartson merupakan pendapat yang dilindungi oleh kebebasan berekspresi.
Stewartson merayakan kemenangannya dengan menyatakan bahwa orang-orang sekarang bebas untuk menyebut Patel ‘chud’, ‘googly-eyed Kremlin bitch’, dan ‘pengkhianat’ tanpa takut akan konsekuensi hukum. Patel, yang telah mengajukan beberapa gugatan pencemaran nama baik terhadap jurnalis dan media, belum mengomentari putusan ini.
Kasus ini menimbulkan perdebatan tentang batasan kebebasan berekspresi di internet dan bagaimana hukum mencemarkan nama baik diterapkan dalam konteks online. Putusan hakim ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan yurisdiksi dan kompetensi pengadilan dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan konten online.
