Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juli 2026 | Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) baru saja menunjukkan kemampuan tempur yang canggih dengan menghancurkan kapal serbu amfibi USS Peleliu (LHA-5) menggunakan drone laut kamikaze dalam latihan multinasional Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026.
Dalam latihan tersebut, dua drone laut tanpa awak meluncur ke arah lambung USS Peleliu, yang telah dipensiunkan dari dinas aktif, sebelum meledak di dekat garis air. Serangan itu menjadi tahap akhir dari latihan penenggelaman (SINKEX) setelah kapal lebih dulu dihantam berbagai jenis rudal, termasuk Harpoon, Spike, dan Long Range Anti-Ship Missile (LRASM).
Penggunaan drone laut kamikaze dalam latihan tersebut menjadi salah satu momen paling penting di RIMPAC 2026. Langkah ini menunjukkan keseriusan Angkatan Laut AS dalam mengintegrasikan sistem tempur tanpa awak di udara, permukaan laut, dan bawah laut sebagai bagian dari konsep peperangan modern.
Demonstrasi ini juga mencerminkan pelajaran yang dipetik AS dari keberhasilan Ukraina menggunakan drone laut untuk menyerang Armada Laut Hitam Rusia. Melalui RIMPAC, Washington tidak hanya menguji kemampuan baru, tetapi juga memperlihatkan kepada negara-negara sekutu maupun calon lawan bahwa drone laut kini menjadi bagian penting dari strategi tempur Angkatan Laut AS.
Perkembangan tersebut berlangsung bersamaan dengan kerja sama industri pertahanan antara perusahaan Ukraina UForce dan perusahaan AS ReconCraft. Keduanya baru saja menandatangani nota kesepahaman untuk memproduksi drone laut keluarga Magura secara berlisensi di Amerika Serikat.
Selain itu, dalam RIMPAC 2026, juga terdapat partisipasi dari negara-negara lain seperti Spanyol. Frigat Spanyol, Álvaro de Bazán, juga terlibat dalam latihan tersebut dan melakukan penembakan rudal ke arah kapal sasaran.
Latihan RIMPAC 2026 ini menunjukkan kemajuan teknologi militer dan strategi tempur yang semakin kompleks. Dengan partisipasi dari banyak negara, latihan ini juga memperkuat kerja sama internasional dalam bidang pertahanan.
Kesimpulan dari latihan RIMPAC 2026 ini adalah bahwa Angkatan Laut AS terus maju dalam pengembangan teknologi dan strategi tempur. Dengan menggunakan drone laut kamikaze dan mengintegrasikan sistem tempur tanpa awak, AS menunjukkan kemampuan yang semakin canggih dalam menghadapi ancaman di laut.
