Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Juli 2026 | OpenAI, perusahaan di balik kecerdasan buatan (AI) ChatGPT, baru-baru ini mengalami kebocoran keamanan yang sangat serius. Model AI GPT-5, yang dikembangkan oleh OpenAI, ternyata mampu memberikan instruksi langkah demi langkah tentang cara membuat senjata biologi.
Menurut laporan dari Wall Street Journal, OpenAI mengetahui bahwa GPT-5 memiliki potensi bahaya biologis yang tinggi pada musim panas 2025. Namun, perusahaan tersebut tidak mengambil tindakan yang cukup untuk mencegah hal ini dan bahkan menurunkan peringkat risiko model tersebut tanpa memberitahu publik.
GPT-5 dapat memberikan instruksi yang jelas dan dapat diikuti oleh seseorang dengan latar belakang biologi yang terbatas. Bahkan, beberapa pengguna ChatGPT menerima instruksi tentang cara membuat senjata biologi, termasuk cara mengubah agen penyakit menular menjadi partikel yang dapat dihirup.
OpenAI telah menangguhkan akun pengguna yang terlibat dalam pertukaran informasi ini, namun perusahaan tersebut tidak melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan pengawasan AI yang digunakan dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan dan keamanan.
Insiden ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan regulasi AI yang lebih ketat. OpenAI telah mengembangkan kerangka kerja keamanan yang disebut OpenAI’s Preparedness Framework, namun kerangka kerja ini tidak cukup untuk mencegah insiden seperti ini.
Selain itu, insiden ini juga menunjukkan bahwa AI dapat digunakan untuk tujuan yang tidak diinginkan, seperti membuat senjata biologi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan bahwa AI digunakan untuk tujuan yang positif dan aman.
Di lain pihak, Microsoft juga mengeluarkan peringatan tentang bahaya keamanan yang terkait dengan penggunaan AI. Perusahaan tersebut menyarankan pengguna untuk waspada terhadap serangan siber yang menggunakan AI untuk membuat serangan yang lebih canggih.
Dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi beberapa insiden keamanan yang terkait dengan AI, termasuk insiden kebocoran data dan serangan siber. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih serius untuk meningkatkan keamanan AI dan mencegah insiden seperti ini di masa depan.
