Saham Bumi Resources Melonjak, Investor Asing Diburu

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Juli 2026 | Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan saham Kamis, 23 Juli 2026. Harga saham BUMI melonjak 13,10% menjadi Rp 190 per saham. Kenaikan ini didorong oleh sentimen kehadiran Salim Group yang memberikan jangkar kredibilitas yang kuat, memulihkan tata kelola perusahaan, serta membuka akses jaringan bisnis dan pembiayaan yang jauh lebih luas.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada hari yang sama. IHSG ditutup anjlok 1,9% ke level 6.196,43. Pelemahan ini diiringi oleh aksi jual investor asing, dengan nilai net foreign sell mencapai Rp 3,38 triliun pada perdagangan 20-24 Juli 2026.

Baca juga:

Nilai penjualan asing mencapai Rp 32,53 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian sebesar Rp 29,15 triliun. Pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, investor asing mencatatkan jual bersih Rp 1,36 triliun. Secara kumulatif sejak awal tahun, nilai jual bersih asing telah mencapai Rp 79,09 triliun.

Meskipun tekanan jual asing masih berlanjut, IHSG ditutup menguat 0,34% menjadi 6.196,430 pada akhir pekan dari posisi 6.175,535 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 1,13% menjadi Rp 10.870 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji, menuturkan bahwa kenaikan harga saham BUMI didorong oleh sentimen kehadiran Salim Group yang memberikan jangkar kredibilitas yang kuat, memulihkan tata kelola perusahaan, serta membuka akses jaringan bisnis dan pembiayaan yang jauh lebih luas.

Saham-saham perbankan raksasa hingga konglomerat Prajogo Pangestu diburu investor asing selama sepekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak diborong investor asing dengan net foreign buy Rp 263,7 miliar. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 180 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 152,3 miliar.

Kemudian diikuti saham genggaman Prajogo PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp 192 miliar. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 110,1 miliar dan asing juga membeli PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 7,4 miliar.

Sebaliknya, investor asing kabur dari saham PT Astra International Tbk (ASII) hingga Rp 664,2 miliar. Lalu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 149,6 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 137,4 miliar, hingga PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 93,2 miliar.

Pergerakan IHSG selama sepekan naik 0,34% dan ditutup pada level 6.196,430 dari 6.175,535 pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi, yakni 66,88% menjadi 43,68 miliar saham dari 26,17 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Dari sisi nilai transaksi, saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,49 triliun, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 6,70 triliun. Ada pula saham BUMI dengan transaksi Rp 5,28 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 5 triliun, dan DSSA Rp 4,57 triliun.

Investor mencatatkan rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar Rp 19,76 triliun, naik 41,21% dari Rp 13,99 triliun dari pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tumbuh 1,13% menjadi Rp 10.870 triliun dari Rp 10.749 triliun pada pekan sebelumnya. Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, meski tekanan jual asing masih berlanjut, IHSG ditutup menguat 0,34% menjadi 6.196,430 pada akhir pekan dari posisi 6.175,535 pada pekan sebelumnya.

Kautsar mengatakan aktivitas perdagangan selama sepekan juga menunjukkan peningkatan. Peningkatan tertinggi dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI, yaitu sebesar 66,88% menjadi 43,68 miliar lembar saham dari 26,17 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Kenaikan IHSG sepanjang pekan terutama didorong oleh reli sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) menjadi penyumbang kenaikan terbesar terhadap indeks dengan kontribusi 15,29 poin setelah melonjak 45,71%. Di belakangnya terdapat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menyumbang 7,72 poin, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 6 poin, dan PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) 5,95 poin.

Ada pula saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menyumbang 5,74 poin, PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) dengan 5,03 poin, dan PT Moratelindo Tbk (MORA) dengan 4,60 poin.

Dari sisi nilai transaksi, saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,49 triliun, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 6,70 triliun. Ada pula saham BUMI dengan transaksi Rp 5,28 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 5 triliun, dan DSSA Rp 4,57 triliun.

Investor mencatatkan rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar Rp 19,76 triliun, naik 41,21% dari Rp 13,99 triliun dari pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tumbuh 1,13% menjadi Rp 10.870 triliun dari Rp 10.749 triliun pada pekan sebelumnya.

Kesimpulan, pergerakan IHSG selama sepekan naik 0,34% dan ditutup pada level 6.196,430 dari 6.175,535 pada pekan lalu. Saham-saham perbankan raksasa hingga konglomerat Prajogo Pangestu diburu investor asing selama sepekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak diborong investor asing dengan net foreign buy Rp 263,7 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *