Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juli 2026 | KPK telah menyita aset senilai Rp 22 miliar yang diduga milik Anwar Sadad, mantan Wakil Ketua DPRD Jatim, dan stafnya dalam kasus korupsi dana hibah Pokmas Jatim. Penyitaan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pelacakan aliran dana suap hibah tahun anggaran 2019-2022.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, aset yang disita tersebar di sejumlah daerah di Jatim, antara lain Surabaya, Probolinggo, Banyuwangi, Pasuruan, Malang, dan Mojokerto. KPK masih akan terus melakukan pendalaman aliran uang hingga penelusuran aset lain yang diduga terkait.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana bantuan pemerintah yang seharusnya disalurkan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat di Jawa Timur. Dana hibah tersebut diduga dijadikan sarana praktik suap, dengan modus anggaran hibah dikaveling sebagai jatah aspirasi anggota dewan.
Pihak yang ingin memperoleh kucuran dana diduga diwajibkan menyetor uang suap di muka agar usulan hibah disetujui dan dicairkan. KPK terus melakukan penelusuran aset untuk memulihkan kerugian negara dalam skandal korupsi Dana Hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, dalam acara Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ribuan simpatisan PKB terlihat mengenakan kaos bertuliskan ‘Prabowonomics‘. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkapkan alasan kaos Prabowonomics meramaikan acara partainya, yaitu karena Indonesia memilih menjalani pola pikir ekonomi yang diyakini oleh Prabowo, sehingga dinamai ‘Prabowonomics’.
Kesimpulan, KPK telah menyita aset senilai Rp 22 miliar yang diduga milik Anwar Sadad dan stafnya dalam kasus korupsi dana hibah Pokmas Jatim. Penyitaan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pelacakan aliran dana suap hibah tahun anggaran 2019-2022. Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar acara Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 dengan mengenakan kaos ‘Prabowonomics’ sebagai simbol pola pikir ekonomi yang diyakini oleh Prabowo.
