Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juli 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,3 mengguncang wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Sabtu (25/7/2026) pukul 05.27.51 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 0,53 LU – 99,56 BT dengan kedalaman 10 km, dan getarannya terasa hingga Kotanopan dan Mandailing Natal.
Sementara itu, di wilayah Gayo Lues, Aceh, gempa bumi sebanyak tiga kali secara beruntun terjadi pada Rabu (22/7/2026) siang. Guncangan gempa dirasakan masyarakat di Aceh Tengah, Bener Meriah dan sekitarnya. Gempa magnitudo 5,6 tersebut memicu kepanikan di Puskesmas Pining, namun pelayanan kesehatan tetap berlangsung.
BMKG memastikan bahwa gempa magnitudo 5,6 di Gayo Lues tidak berpotensi tsunami. Gempa tersebut dilaporkan berada di wilayah Kabupaten Gayo Lues, dan guncang gempa dilaporkan terasa hingga ke kabupaten tetangga seperti Aceh Tengah, Bener Meriah hingga Aceh Timur dan Aceh Tenggara.
Penyebab ledakan hebat di rumah mewah di Medan yang mengakibatkan tiga orang tewas, bukan akibat bom atau bahan peledak, melainkan diduga akibat detonasi gas metana. Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian menyampaikan bahwa pihaknya belum mendapati tanda-tanda sumber ledakan dari bahan peledak.
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 3,4 mengguncang Mandailing Natal pada Kamis (23/7/2026) pukul 20:54 WIB. BMKG mencatat lokasi gempa tersebut berada di koordinat 0.81 lintang utara, 99.54 bujur timur dengan kedalaman 116 km.
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,9 mengguncang Sarmi, Papua, pada Jumat (24/7/2026) dini hari. BMKG mengonfirmasi bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas Sesar Mamberamo, dan memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Kondisi gempa bumi di Indonesia saat ini masih terus dimonitor oleh BMKG. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari BMKG.
