Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juli 2026 | Ribuan ikan ditemukan mati di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali, sejak awal pekan ini. Fenomena ini menyebabkan kerugian bagi masyarakat setempat. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kematian ikan tersebut disebabkan oleh dinamika limnologi dan hidrotermal alami.
Berdasarkan analisis Badan Geologi, fenomena munculnya letupan gas di danau terbesar di Pulau Dewata itu berkaitan dengan dinamika alami yang terjadi di dalam kaldera Gunung Batur. Pada kondisi tertentu, terutama ketika terjadi percampuran massa air (overturn/upwelling), air dari lapisan dasar danau yang minim oksigen serta mengandung gas terlarut, seperti hidrogen sulfida (H2S), dapat terangkat ke permukaan.
Pelepasan gas tersebut dapat menimbulkan bau belerang dan penurunan kadar oksigen terlarut di perairan, yang berpotensi menyebabkan kematian ikan secara massal. Sementara itu, terkait aktivitas vulkanik di gunung berapi setinggi 1.717 meter di atas permukaan laut itu, Lana menambahkan tidak terdapat indikasi kenaikan kegempaan vulkanik.
Tingkat aktivitas Gunung Batur masih pada level I atau normal dengan rekomendasi wisatawan atau masyarakat tidak beraktivitas di kawah Gunung Batur. Sebelumnya, sejak awal pekan ini ribuan ikan jenis nila termasuk yang dibudidayakan petani mati massal. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangli melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Bangli sedang menghitung estimasi jumlah ikan yang mati tersebut.
Kematian ikan secara massal ini telah berlangsung sejak awal pekan. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Bangli masih melakukan pendataan serta penghitungan estimasi kerugian petambak. Untuk angka jumlah ikan yang mati belum dikeluarkan karena semburan belerang masih belum berhenti betul.
Badan Geologi memastikan tidak tercatat adanya kenaikan kegempaan vulkanik. Tingkat aktivitas Gunung Batur masih pada level I atau normal dengan rekomendasi wisatawan atau masyarakat tidak beraktivitas di kawah Gunung Batur.
Kesimpulan dari fenomena kematian ikan massal di Danau Batur adalah bahwa hal ini disebabkan oleh dinamika limnologi dan hidrotermal alami, bukan merupakan indikasi akan terjadinya erupsi di Gunung Batur. Masyarakat harus tetap waspada dan mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang untuk menjaga keselamatan dan keamanan.
