Dea Arranoya, Anak Pejabat Gayo Lues yang Viral karena Flexing, Akhirnya Minta Maaf

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juli 2026 | Dea Arranoya, anak mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mengaku terpuruk dan meminta maaf pada masyarakat setelah konten pamerannya dikecam publik hingga ayahnya, Nevirizal, memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

Dea mengaku menyesali konten-konten tersebut karena dinilai tidak bijak dan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menyadari bahwa unggahannya dapat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat, terutama warga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Baca juga:

Permintaan maaf itu disampaikan Dea melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam surat tersebut, Dea mengakui telah memamerkan gaya hidup secara tidak bijaksana melalui media sosial.

Dea menyadari unggahannya dapat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat, terutama warga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Ia juga mengakui bahwa konten-konten itu memunculkan persepsi negatif dan tidak memberikan dampak positif kepada publik.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga meminta aksi pamer keluarga pejabat tidak terulang lagi. Ia juga mengomentari keputusan Nevirizal yang mengundurkan diri yang menurutnya dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal.

Dea Arranoya, anak dari Nevirizal, memamerkan liburan di Korea Selatan, Bangkok hingga Eropa. Dea juga menyebarkan isi percakapan di grup keluarga termasuk rencana pembelian mobil. Dalam postingan lainnya, sang anak juga mengunggah foto sejumlah jeriken tersusun rapi yang disebut berisi BBM.

Jeriken itu ditempatkan di sebuah ruangan di samping mobil warna hitam. Postingan anak Nevirizal menjadi perbincangan karena disebut diunggah saat Gayo Lues masih dalam tahap pemulihan pasca bencana.

Kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dan tidak memamerkan kekayaan secara berlebihan. Dea Arranoya telah menghapus berbagai konten di media sosial yang dianggap menimbulkan persoalan.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa penggunaan media sosial harus dilakukan dengan bijaksana dan tidak memamerkan kekayaan secara berlebihan. Hal ini dapat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat, terutama warga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *