Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University College London (UCL) menemukan bahwa kesulitan keuangan yang berkepanjangan dapat mempercepat penuaan otak. Penelitian ini melibatkan 2.759 orang di Inggris yang mengisi kuesioner sepanjang hidup mereka sebagai bagian dari MRC National Survey of Health and Development.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan yang berkepanjangan atau kemiskinan di awal dan pertengahan dewasa memiliki performa yang lebih buruk dalam tes kognitif pada usia 53 tahun. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan keuangan yang berkepanjangan memiliki kesehatan otak yang lebih buruk, termasuk lebih banyak pengkerutan otak, pada usia lanjut (69-71 tahun).
Penelitian ini menekankan pentingnya mendukung orang-orang yang menghadapi kesulitan keuangan dan mengurangi kemiskinan kronis untuk mencegah penurunan kognitif dan kasus demensia di masa depan. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara kesulitan keuangan dan kesehatan otak yang lebih buruk lebih kuat pada pria, mereka yang mengalami kemiskinan di masa kecil, dan mereka yang memiliki variabel genetik yang meningkatkan risiko Alzheimer.
Penelitian ini memiliki implikasi penting untuk kebijakan kesehatan masyarakat dan upaya untuk mengurangi kemiskinan dan kesulitan keuangan. Dengan mendukung orang-orang yang menghadapi kesulitan keuangan dan mengurangi kemiskinan kronis, kita dapat membantu mencegah penurunan kognitif dan kasus demensia di masa depan.
Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya memahami bagaimana kesulitan keuangan dapat mempengaruhi kesehatan otak dan kognitif. Dengan memahami hubungan antara kesulitan keuangan dan kesehatan otak, kita dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mengurangi dampak kesulitan keuangan pada kesehatan otak dan kognitif.
