IHSG Anjlok 1,75% di Sesi I, Saham-saham Konglomerat Jeblok

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,75% atau 110,68 poin ke level 6.234 pada perdagangan sesi pertama, Jumat (24/7). Saham konglomerat yang melonjak pada perdagangan sebelumnya ambruk berjamaah hari ini.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama melihat koreksi IHSG hari ini terjadi karena faktor eksternal dan domestik. Dari eksternal, harga minyak global melonjak karena memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, sehingga menekan risk appetite investor.

Baca juga:

Sedangkan dari sisi domestik, masih ada tekanan jual asing, profit taking pada saham-saham berkapitalisasi besar dan meningkatnya ketidakpastian dari sejumlah isu domestik. “Hal ini membuat pelaku pasar cenderung wait and see,” ujar Elandry.

Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 24,6 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,45 ribu kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.893 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 10,51 triliun.

Seluruh sektor yang ada di bursa parkir di zona merah. Sektor industri dasar mengalami tekanan paling dalam, turun 3,12% secara sektoral. Harga saham emiten milik Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 4,47% ke Rp 1.710, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) rontok 5,99% ke Rp 2.040, PT Timah Tbk (TINS) merosot 6,23% ke Rp 3.460.

Di sektor infrastruktur, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ambruk 5,49% ke Rp 3.440. Adapun indeks unggulan LQ45 terpantau turun 1,66% siang ini. Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,42% ke Rp 4.230, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 6,01% ke level 172 dan PT PT Darma Henwa Tbk (DEWA) jeblok 5,08% ke Rp 448.

Berdasarkan data banyaknya nilai transaksi, saham BMRI tercatat paling banyak ditransaksikan senilai Rp 859,74 miliar, BUMI senilai Rp 834,87 miliar dan TPIA sebesar Rp 744,29 miliar. Indeks-indeks di kawasan Asia juga ambruk berjamaah. Indeks bursa Nikkei Jepang anjlok 3,01% ke level 64.426, Shanghai Composite turun 1,2% ke level 3.830,19 sementara Hang Seng terkoreksi 1,27% ke level 24.891.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan IHSG untuk perdagangan hari ini akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring potensi aksi ambil untung investor menjelang periode akhir pekan. “Diperkirakan jika IHSG turun menembus level moving average (MA) 5 di sekitar 6.280, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200-6.250,” ujar Ratna dalam kajiannya.

IHSG dibuka melemah 48,33 poin atau 0,77 persen ke posisi 6.266,98. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 6,66 poin atau 1,06 persen ke posisi 620,46.

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung oleh Iran menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Situasi itu memperburuk gangguan distribusi minyak global, yang mana lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan turun sekitar 75 persen.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban Iran apabila serangan serupa kembali terjadi. Seiring ketegangan geopolitik itu, harga minyak mentah mengalami kenaikan hingga menembus level 100 dolar AS per barel, sehingga mendorong ekspektasi inflasi dan memperbesar peluang kebijakan moneter yang lebih ketat oleh bank sentral.

Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) melambat menjadi 8,7 persen year on year (yoy) pada Juni 2026 dari sebelumnya 10,8 persen (yoy) pada Mei 2026, yang mencerminkan pengetatan likuiditas akibat arus modal keluar, kontraksi Net Foreign Assets (NFA), serta penarikan sementara dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke Bank Indonesia (BI).

Kesimpulan, IHSG anjlok 1,75% di sesi I karena faktor eksternal dan domestik. Saham-saham konglomerat ambruk berjamaah hari ini. IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah seiring potensi aksi ambil untung investor menjelang periode akhir pekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *