Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 April 2026 | Rio de Janeiro menjadi saksi pertarungan sengit dalam babak pertama Copa Sudamericana ketika RB Bragantino menurunkan performa gemilang melawan tim Bolivia, Blooming. Pertandingan yang berlangsung di arena home Bragantino ini berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk tuan rumah, sekaligus menandai kemenangan pertama mereka di turnamen tersebut.
Sejak peluit awal, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Blooming membuka keunggulan lewat gol Roberto Hinojoza yang berhasil menyeimbangkan skor setelah Fernando membuka kedudukan untuk Bragantino. Gol pembuka Fernando tidak disebutkan detail waktunya, namun menjadi pemicu serangan balik Blooming.
Pada menit ke-55, Blooming kembali mengambil alih keunggulan berkat gol penalti yang dijatuhkan kepada Moises Villarroel. Keputusan wasit muncul setelah Ignacio Sosa, pemain Blooming, menerima kartu kuning kedua karena melakukan tantangan keras pada Hinojoza. Penalti tersebut berhasil dikonversi, menambah tekanan pada Bragantino yang kini berada di bawah satu gol.
Namun, Bragantino tidak tinggal diam. Pada menit ke-64, striker Isidro Pitta menyamakan kedudukan kembali dengan sundulan tajamnya, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Gol ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri tim, tetapi juga memperkecil jarak antara kedua tim yang kini sama-sama berjuang untuk mengamankan tiga poin.
Saat pertandingan memasuki fase kritis, kedua tim mengalami pengurangan pemain. Blooming kehilangan Diago Gimenez pada menit ke-60 setelah menerima kartu kuning kedua karena pelanggaran kasar terhadap Marcelinho Braz. Sementara Bragantino juga harus bermain dengan 10 pemain setelah satu pemainnya menerima kartu merah, meskipun nama pemain tersebut tidak diungkapkan dalam laporan resmi.
Ketegangan memuncak di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-96, tepatnya tiga menit tambahan, Pitta kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan melalui sundulan kedua. Gol ini memastikan RB Bragantino menutup skor menjadi 3-2, sekaligus menandai penampilan impresif Pitta yang mencetak dua gol penting dalam satu laga.
Keberhasilan Bragantino tidak lepas dari kontribusi kolektif. Meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit, tim tetap mampu mengendalikan tempo, menahan serangan Blooming, dan memanfaatkan peluang yang ada. Kemenangan ini menjadi titik balik penting bagi Bragantino dalam grup fase Copa Sudamericana, memberikan dorongan moral dan poin berharga di klasemen.
Di sisi lain, Blooming harus menelan kekalahan pahit setelah memimpin dua gol. Meskipun mereka berhasil menahan tekanan Bragantino hingga menit akhir, kehilangan satu pemain lebih banyak menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil akhir. Tim Bolivia kini harus mengevaluasi strategi mereka ke depan, terutama dalam mengelola disiplin pemain untuk menghindari kartu kedua yang berakibat fatal.
Sementara itu, kompetisi Sudamericana juga menyajikan aksi menarik lainnya pada hari yang sama. Atletico Mineiro berhasil mengalahkan Juventud dengan skor 2-1 berkat gol penentu Mateo Cassierra pada menit ke-90. Di grup lain, San Lorenzo mencatat kemenangan bersih 2-0 atas Deportivo Cuenca, dan Macara menjuarai 1-0 melawan Tigre.
Keseluruhan, laga RB Bragantino vs Blooming menjadi contoh dramatisnya sepak bola Amerika Selatan, di mana taktik, ketangguhan mental, dan keberanian pemain menjadi penentu utama hasil akhir. Dengan kemenangan ini, Bragantino menegaskan eksistensinya di panggung internasional, sementara Blooming harus bangkit kembali untuk memperbaiki posisi mereka di fase grup.
