Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juli 2026 | Insiden ledakan yang terjadi di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7/2026), menyisakan duka mendalam. Salah satu korban meninggal dunia diduga merupakan warga Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ledakan yang diduga bersumber dari kebocoran gas bumi tersebut mengakibatkan tiga orang menjadi korban tewas, sedangkan empat orang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Salah satu korban tewas adalah Roswita Bupu, warga Tongananga, Kelurahan Ratongamobo, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Roswita merupakan putri dari Frans Oe dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Medan sejak tahun 2023. Ia merantau ke Medan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Menurut informasi yang diterima, Roswita awalnya bekerja di Bali setelah diajak temannya. Setelah beberapa bulan di Bali, Roswita kemudian dipindahkan ke Jakarta. Tidak lama bekerja di Jakarta, Roswita kembali dipindahkan ke Medan untuk bekerja sebagai ART.
Penyebab ledakan yang terjadi di rumah mewah di Grand Polonia Medan telah dipastikan bukan berasal dari bom. Hasil pemeriksaan menunjukkan ledakan dipicu detonasi gas metana akibat kebocoran gas yang memenuhi ruangan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengambil sampel udara dari lokasi kejadian dan memeriksanya menggunakan alat Gas Kromatografi-Spektrometri.
Tim penyidik mendalami sumber kebocoran jaringan gas dan menyelidiki penyebab kebocoran gas metana yang memenuhi ruangan. Ledakan terjadi di rumah nomor 3B Kompleks Grand Polonia, dan tiga orang meninggal dunia, sedangkan empat orang lainnya selamat.
Keluarga korban telah menerima kabar duka tersebut, dan jenazah Roswita dijadwalkan tiba di kampung halamannya di Nagekeo pada Kamis (23/7/2026) malam. Pihak keluarga dan masyarakat telah menyampaikan dukungan dan simpati kepada keluarga korban.
Insiden ledakan di Grand Polonia Medan ini telah menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Pemerintah dan pihak berwenang harus segera menyelidiki penyebab kebocoran gas metana dan mengambil tindakan untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
