Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juli 2026 | Prajogo Pangestu, pendiri Grup Barito, kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya di Indonesia. Kekayaannya melonjak menjadi US$28,6 miliar atau sekitar Rp512 triliun, melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong. Lonjakan kekayaan tersebut terjadi seiring penguatan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito selama beberapa hari terakhir.
Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), hingga PT Petrosea Tbk (PTRO) kompak mencatatkan kenaikan. Saham BRPT menguat sekitar 8,28% dalam sepekan, sementara BREN naik 6% dalam sehari. Di saat yang sama, CUAN melonjak 15,2% dalam sepekan dan CDIA terapresiasi 13,39%.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga mengalami kenaikan, dengan sahamnya naik 5,66% menjadi Rp168 per saham. Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menguat 7,83% ke Rp620 per saham. Kenaikan kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut berdampak langsung terhadap valuasi kepemilikan saham Prajogo Pangestu, yang menjadi sumber utama pertumbuhan kekayaannya.
IHSG juga berpeluang lanjutkan penguatan, dengan analis merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), hingga PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET). Sentimen geopolitik seperti ketegangan di kawasan Timur Tengah dan kebijakan tarif baru AS masih menjadi risiko, namun untuk sementara tertutupi oleh optimisme terhadap earnings dan pemulihan saham teknologi di Bursa Wall Street.
Investor asing juga kembali menyerok saham-saham di dalam negeri, dengan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi emiten yang paling banyak dibeli oleh investor asing. Sementara itu, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjadi saham dengan volume jual bersih tertinggi dari investor asing di pasar.
Kesimpulan, kekayaan Prajogo Pangestu melonjak dan IHSG berpeluang lanjutkan penguatan, didorong oleh kenaikan saham-saham emiten yang berada dalam kelompok usaha Barito dan optimisme terhadap earnings dan pemulihan saham teknologi di Bursa Wall Street.
