Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Juli 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Gayo Lues, Aceh, pada Rabu pukul 11.18 WIB. Gempa ini terasa hingga Medan, Sumatera Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa bumi tektonik tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dampak guncangan gempa ini dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Aceh hingga Sumatera Utara dengan skala intensitas yang bervariasi. Di Gayo Lues, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang.
Di beberapa daerah lain seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Aceh Timur, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi. Sementara itu, di Medan, Deli Serdang, Sibolga, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang, getaran terasa dengan skala III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan bahwa seluruh operasional perjalanan kereta api di wilayahnya telah kembali berjalan normal pascagempa bumi. Langkah tanggap darurat dan pemeriksaan ketat langsung diterapkan guna menjamin keselamatan serta keamanan perjalanan para penumpang.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa sekolah di Medan juga melakukan evakuasi dengan tertib dan teratur setelah gempa terjadi.
Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA), Eko Akbar Sukmana, mengatakan bahwa guncangan mulai dirasakan sekitar pukul 11.18 WIB saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Para guru dan siswa keluar dari gedung sekolah dengan tertib menuju lapangan terbuka tanpa kepanikan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti informasi terkini dari sumber resmi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.
Dalam beberapa hari terakhir, juga beredar hoaks seputar gempa yang menyebutkan BMKG memprediksi gempa besar pada 5 Maret 2026. Namun, hal ini telah dibantah oleh BMKG sebagai informasi yang tidak benar.
Untuk menghadapi situasi darurat seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan lembaga terkait. Dengan kesadaran dan kesiapan, kita dapat mengurangi dampak bencana dan menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Gempa bumi yang terjadi di Gayo Lues, Aceh, menjadi peringatan bagi kita untuk selalu siap menghadapi bencana alam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
