Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 Juli 2026 | Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid yakin akan memperoleh putusan bebas dalam perkara dugaan korupsi berupa pemerasan di lingkungan Dinas PUPR Riau. Ketua Tim Penasihat Hukum Abdul Wahid, Kemal Shahab, mengatakan nota pembelaan (pledoi) yang disusun secara rinci memuat analisis terhadap seluruh fakta yang terungkap selama proses persidangan.
Pada sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, nota pembelaan setebal 1.145 halaman ini menguraikan fakta secara komprehensif agar kesimpulan yang dibuat dapat menggambarkan bagaimana proses pembuktian selama persidangan. Menurut Kemal, pembelaan itu menunjukkan bahwa dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak didukung alat bukti yang memadai.
Abdul Wahid juga terlibat dalam kasus lain, seperti kasus kematian seorang pria di Jatinegara, Jakarta Timur, yang ditemukan tewas di rumahnya. Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid menjelaskan korban sudah tidak terlihat sejak sehari sebelumnya. Petugas mengevakuasi jenazah setelah warga mencium bau tidak sedap yang berasal dari lokasi tersebut.
Sementara itu, di Bondowoso, Jawa Timur, Pemkab setempat melepas pengiriman 8 ton beras organik produksi Gapoktan Al Barokah ke Kalimantan. Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama perwakilan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo meninjau beras organik produksi Gapoktan Al Barokah di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah agar pengelolaan lebih efektif dan mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan sampah. Kepala Bidang DLH Kabupaten Bandung Abdul Wahid Fauzy mengatakan pemilahan sampah menjadi kunci dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah, sebab sampah yang tercampur akan menyulitkan proses pengolahan lebih lanjut.
Dalam beberapa kasus tersebut, Abdul Wahid terlibat langsung atau tidak langsung, baik sebagai tokoh yang diperiksa dalam kasus korupsi maupun sebagai pejabat yang terlibat dalam pengelolaan sampah dan pertanian organik. Abdul Wahid yakin bahwa dengan pembelaan yang kuat, dia akan memperoleh putusan bebas dalam kasus korupsi di Riau.
